Wednesday, 21 November 2018

SNMPTN Perpanjang Waktu Daftar Sekolah

Jumat, 1 Februari 2013 — 11:43 WIB
ujian-masuk

JAKARTA (Pos Kota)- Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 memberikan perpanjangan waktu kepada sekolah hingga 8 Februari 2013 untuk segera mencatatkan diri pada pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) guna mendapatkan nomor pokok sekolah nasional (NPSN). Sebab dari 27.630 sekolah yang ada, sampai kemarin baru 11.695 sekolah yang sudah mendaftar.

“Artinya lebih dari separuh SMA/SMK dan MAN belum memiliki NPSN,” ujar Ketua Panitia SNMPTN 2013 Prof. Akhmaloka, Jumat (1/2/2013).

Padahal NPSN merupakan syarat wajib yang harus dimiliki oleh sekolah-sekolah yang siswanya ingin mendaftar perguruan tinggi negeri melalui SNMPTN.

Akhmaloka menjelaskan tahun ini diperkirakan jumlah siswa peserta SNMPTN meningkat hingga 6 kali lipat dibanding tahun lalu. Pasalnya Kemendikbud memutuskan untuk tidak membatasi sekolah maupun siswa yang akan mengÍkuti SNMPTN. Sekolah negeri, sekolah swasta dengañ akreditasi A,B, C bahkan belum terakreditasí bisa mengikùtsertakañ siswanya dalam SNMPTN tersebut.
“Tahùn lalu diikuti 300 ribu siswa dan tahun ini diperkirakan naik 1,5 juta  siswa,” tambah Akhmaloka didampingi Rohmat Wahab, panitia lainnya.

Jumlah kursi yang diperebutkan total dari 62 perguruan tinggi negeri yang bergabung dalam SNMPTN sekitar 160 ribu. Masing-masing siswa bisa mendaftar pada 2 PTN pilihan dengan masing-masing 2 program studi.

Akhmaloka berharap perpanjangan waktu seminggu ini dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah yang belum mendaftar diri pada PDSS.
“Jangan sampai anak-anak kita kehilangan haknya untuk ikut SNMPTN.

Sistem seleksi melalui jalur SNMPTN merupakan seleksi prestasi akademik siswa yang diperoleh dari rekaman hasil prestasi akademik (raport) sejak kelas 1, 2 dan 3 SMA/SMK/MA.

“Jadi yang menentukan diterima atau tidak adalah nilai raport, kredibilitas sekolah dan prestasi akademik lain, karena SNMPTN tidak lagi menyelenggarakan test tertulis,” pungkas Akhmaloka.

(inung/sir)

  • suyono

    Seharusnya tes tertulis tetap dilakasanakan, kalau penerimaan mahasiswa baru hanya melihat Rekaman hasil Prestasi Akademik (Raport) dikawatirkan ditahun akan datang akan permainan JUAL NILAI RAPORT, yang akan menjadi korban anak didik nantinya.