Monday, 16 September 2019

Gas Ukuran 3 Kg Juga Langka di Purwakarta

Sabtu, 2 Februari 2013 — 5:32 WIB
ilusgas

PURWAKARTA (Pos Kota) – Pemkab Purwakarta akan mengusulkan kuota gas elpiji 3 Kg sebanyak 20 persen untuk Purwakarta ditambah. Ini menyusul kelangkaan gas bersubsidi yang sudah berlangsung sejak sepekan terakhir.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengakui, pasca banjir yang melanda Jakarta dan sejumlah daerah lainnya, distribusi elpiji 3 Kg ke wilayahnya tersendat. Hal itu membuat bahan bakar gas ini langka di sejumlah daerah, termasuk Purwakarta.

“Saat ini masyarakat kesulitan mencari gas elpiji ukuran 3 kg itu memang betul. Tak hanya Purwakarta, Subang dan Karawang pun mengalami hal sama. Mungkin dampak dari banjir, yang membuat pendistribusiannya tersendat,”ucap Dedi, Jumat (1/2).

Adanya kelangkaan gas 3 kg ini, lanjut Dedi, semua pihak di pemkab telah melakukan rapat koordinasi. Salah satu poin penting dari rapat itu, yakni mengusulkan penambahan kuota. Sebelumnya, kuota gas elpiji untuk Purwakarta sekitar 400 ribu tabung per bulan. Bila usulan penambahan itu direalisasikan, jadinya 408 ribu tabung per bulan.

Asda II Pemkab Purwakarta, Akun Kurniadi, menambahkan,sebenarnya gas elpiji 3 Kg ini masih tetap ada. Namun, berdasarkan keterangan dari Pertamina, untuk suplainya memang ada pengurangan. Biasanya yang dikirim itu sebanyak 18 ribu tabung per hari. Saat ini, menjadi 14 ribu tabung.

“Ada pengurangan. Makanya, masyarakat kesulitan mendapatkan elpiji,” ungkap dia.

Selain itu, kata Akun, pasca banjir yang melanda Karawang, banyak pengecer gas di Purwakarta yang diserbu masyarakat Karawang. Sebab, di Karawang sendiri sangat kesulitan gas setelah banjir merendam wilayah itu selama sepekan. Otomatis, jatah untuk warga Purwakarta berkurang. Imbasnya, sekarang ini gas elpiji di tiga kabupaten sulit didapatkan.

Menurutnya, warga Karawang tak bisa ekspansi elpiji ke Purwakarta. Sebab, stok untuk kebutuhan lokalnya juga tak ada. Begitu juga sebaliknya, warga Purwakarta tak bisa mencari gas ke Karawang ataupun Subang.

Untuk mengatasi kesulitan itu, sebut dia, dalam waktu dekat pemkab menggelar operasi pasar (OP). OP ini, guna mengantisipasi kenaikan harga elpiji yang semakin tak terkendali. Sebab, laporan yang masuk ke pemkab, sampai hari ini harga gas elpiji 3 Kg bervariasi antara Rp 18-20 ribu per tabung.

Maya, 41, warga Campakasari, mengakui sepekan ini kesulitan memperoleh gas elpiji 3 kg. Kalaupun ada, ia harus mencari dan membeli keluar desanya berjarak cukup jauh dengan harga tinggi Rp 18.000. “Dalam kondisi normal biasanya saya beli Rp 16 ribu,”pungkasnya. (dadan)