Friday, 16 November 2018

Pascabanjir, Warga Tegal Alur Minta ‘Fogging’

Minggu, 3 Februari 2013 — 21:35 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

KALIDERES (Pos Kota) – Warga RW 10 Tegal Alur, Kecamatan Kalideres,  Jakarta Barat, dilanda kekhawatiran merebaknya penyakit sebagai dampak banjir . Sebabnya, permukiman mereka berdekatan dengan penampungan Lokasi Penampngan Sampah  (LPS) Tegal Alur.

”Sejak banjir surut rumah saya dan tetangga sampah menumpuk, bau,banyak lalat dan belatung,” keluh Ny.Masnah (45) warga RW.010 Tegal Alur.

Banjir di RW.010 ini tergolong parah, dengan kedalaman air hingga sepinggang orang dewasa atau sekitar 1,5 meter, sehingga warga beberapa minggu harus mengungsi terutama ke Puskesmas Tegal Alur.

”Puskesmas banjir hanya di bagian halaman, sedang di bagian dalam tidak. Selain Puskesmas tidak ada pengungsian lain,” ucapnya.

Secara terpisah Lurah Tegal Alur, M Lamri membenarkan hampir semua permukiman di wilayahnya dilanda banjir, termasuk kantor Kelurahan Tegal Alur.

“Dari 12 RW, hampir semuanya terendam banjir. Kami sudah meminta bantuan Sudin Kebersihan untuk membantu mengangkut sampah dan mengkoordinasi dengan Sudin Kesehatan melakukan karbolisasi dan penyemprotan  (pengasapan),” harapnya.

Diakui, warga sudah berupaya bekerja bhakti membersihkan sampah, namun keterbatasan untuk pengangkutan sampah akibatnya hasil kerja bhakti hanya memindahkan masalah penumpukan sampah.”Warga kami sudah cukup optimal, meskipun sudah lelah menghadapi banjir.”katanya.

SEGERA FOGING

Sementara itu Kasudin Kesehatan Jakarta Barat, dr.Widyastuti  yang dihubungi Minggu (3/2) pihaknya segera akan melakukan foging, karbolisasi/lisolisasi Untuk menghindari penyakit yang timbul pasca banjir,seperti  Campak, Cacar Air,Leptopirosis (akibat kencing tikus), DBD, Cikungunya DBD, diare,gatal-gatal dan ISPA.

”Kami berharap warga yang merasa demam atau panas,segera berobat ke puskesmas trdekat karena gejala penyakit tersebut hampir sama,” jelas dr.Widyastuti.  (herman/d)