Tuesday, 20 November 2018

Kesal Tidak Mau Diajak Hubungan Intim

Mengaku Brimob Sebar Foto Bugil Pacar

Senin, 4 Februari 2013 — 18:37 WIB
kombespurwo42

SERANG (Pos Kota) – Kesal tidak mau diajak berhubungan intim, RI alias Alief, 23, warga Kalibaru, Cilodong, Kota Depok, nekat menyebarkan empat foto bugil pacarnya berinisial IR, 21, seorang perawat warga Kota Cilegon, melalui jejaring facebook yang dibuatnya.

Akibatnya, pemuda pengangguran jebolan salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kota Serang itu ditangkap anggota Subdit IV Ditreskrimsus Polda Banten.

Direktur Reskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Purwo Cahyoko, Senin (4/2), mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan IR kepada petugas pada 26 Desember 2012 bahwa foto bugil miliknya disebarkan oleh RI melalui jejaring sosial yang dibuat pacarnya tersebut atas namanya.

“Dari laporan itu, kita lakukan penyelidikan. Kurang lebih satu bulan penyelidikan, kita menangkap tersangka di rumahnya di Depok,” kata Purwo didampingi Kasubdit IV, AKBP Andik Puji Santoso.

Purwo mengungkapkan pihaknya menyita empat lembar print out facebook korban IR dengan foto dalam keadaan tidak berbusana. Selain barang bukti print out tersebut, petugas juga mengamankan dua BalckBerry (BB) milik tersangka dan korban yang digunakan untuk saling berkomunikasi melalui facebook tersebut.

“Kita juga mengamankan seragam lengkap kesatuan Brimob berikut pistol mainan dari tersangka, karena dalam aksinya tersangka mengaku sebagai anggota Brimob Mabes Polri,” jelasnya.

Purwo menjelaskan bahwa awalnya korban dan tersangka kenal melalui facebook sejak November 2012 lalu. Setelah perkenalan itu, keduanya saling bertukar nomor personal number (PIN) BB. Dari perkenalan itu, kedua muda-mudi tersebut sepakat menjalin hubungan.

Dalam perjalanannya, tersangka mengajak korban untuk menjalin hubungan serius, dan korban setuju.

Demi keseriusan korban, tersangka meminta agar korban mengirimkan foto-foto korban dalam keadaan tidak mengenakan pakaian, karena sebelumnya korban mengaku pernah berhubungan badan dengan pacar sebelumnya.

“Korban tidak langsung menuruti permintaan tersangka, tapi karena terus dibujuk korban akhirnya menurutinya. Korban mengirimkan empat foto dalam keadaan bugil melalui BBM (BlackBerry Message),” ungkap Purwo.

Setelah menjalin hubungan serius dengan korban, tersangka kemudian mengajak pertemuan dengan korban di Merak 24 Desember 2012. Karena korban setuju, tersangka datang dari Depok dengan naik bus. Setelah bertemu, tersangka selanjutnya mengajak menyewa kamar di salah satu hotel di daerah tersebut. Tersangka ikut naik motor yang dibawa korban, dan keduanya pun jalan menuju hotel.

“Tapi sampai di parkiran hotel, korban membatalkannya. Tersangka yang sakit hati kemudian pulang, dan dia mengancam akan meng-aploud foto-foto bugil korban,” ungkapnya.

Keesokan harinya, lanjut Purwo, tersangka kembali mengancam korban akan mengaploud foto-foto bugil jika tidak mengirimkan uang Rp 5 juta. Karena takut foto-fotonya diaploud di facebook, korban akhirnya mengirimkan uang Rp 200 ribu yang dikirim ke rekening milik rekan tersangka.

“Tersangka kembali minta uang Rp 5 juta tersebut karena uang yang dikirimkan tidak sesuai permintaan. Namun, karena korban tidak punya uang, ia hanya bisa mengirimkan Rp 500 ribu,” terang Purwa lagi.

Lantaran kesal, tersangka akhirnya membuat akun facebook dengan nama korban. Foto profil akun facebook tersebut menggunakan foto korban yang sedang bugil.
“Korban diberitahu temannya karena facebook atas nama korban tersebut fotonya bugil. Ia kemudian lapor ke kita. Tersangka kita jerat dengan Pasal 45 ayat 1 jo PAsal 27 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor II tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar,” pungkasnya.

Kepada petugas, tersangka mengakui perbuatan. Ia melakukan tindakan tersebut karena mengaku sakit hati dengan pacarnya yang tidak mau diajak berhubungan badan. Mengenai pemerasan uang itu, tersangka yang tinggal di rumah kontrakan bersama ibu dan satu orang adiknya ini mengaku sedang butuh uang. “Saya ingin membantu ibu, ibu saya jadi pembantu rumah tangga,” kata anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Ditanya mengenai baju seragam polisi yang dimilikinya, tersangka yang mengaku pernah ikut seleksi masuk penerimaan bintara polisi di Polda Banten ini hanya untuk menghindari razia kendaraan. “Saya kan dulu bolak-balik dari Depok ke Serang, jadi biar gak kena tilang. Bajunya gak pernah dipakai, cuma celana sama sepatunya saja. Saya sering pakai jaket,” ungkap pemuda yang pernah menjadi satpam ini. (haryono)

Direktur Reskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Purwo Cahyoko