Sunday, 23 July 2017

Dua Jempol Untuk Ahok

Rabu, 6 Februari 2013 — 11:12 WIB

TARIF parkir off street naik minimal 100 persen mulai diberlakukan pengelola mal maupun pusat perbelanjaan. Jika dirasa mahal, menurut Wakil Gubernur Ahok, silakan naik angkutan umum saja.

Kenaikan  dari Rp2.000 menjadi Rp4.000/jam untuk mobil berpedoman pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 120 Tahun 2012. Kebijakan ini  sebagai satu upaya pengendalian penggunaan mobil pribadi. Jadi tidak ada pasal hukum yang dilanggar.

Pernyataan orang nomor dua di jajaran pemprov itu, lugas dan tegas. Sambil menunggu hasil penggodokan kenaikan tarif parkir di badan jalan atau on street, kita layak mengacungkan  dua jempol buat Ahok.

Keberpihakannya jelas demi kepentingan banyak orang. Wong cilik juga mendapatkan rasa keadilan. Jalan dibangun pemerintah bukan diperuntukan khusus bagi pengendara mobil pribadi, tapi guna memudahkan perjalanan publik.
Sejumlah pakar transportasi memprediksi pada tahun 2014, kemacetan terjadi hingga di jalan depan rumah. Data Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat setiap hari ada penambahan 700 kendaraan baru. Bersamaan dengan itu produsen terus menggenjot jumlah mobil yang diproduksi.

Tanpa keberanian pemprov memberlakukan kebijakan ekstrem, maka ancaman muncul bencana bukan omong kosong.  Pemakaian mobil pribadi yang berlebihan, selain menimbulkan macet, menguras isi kantong, juga mencemari pernapasan. Warga kota ini rentan terjangkit penyakit.

Kalau benar-benar keberatan bayar parkir Rp4000/jam,  kemampuan ekonomi yang bersangkutan dapat diasumsikan masih setingkat dengan wong cilik. Sebaiknya tidak memaksaan diri berlalu-lalang mengendarai mobil pribadi.
Dukungan kita ini, sejak awal sekaligus terkandung maksud agar pemprov meningkatkan pelayanan angkutan umum. Daripada membangun 6 ruas tol dalam kota, lebih tepat melanjutkan pembangunan jaringan kereta  bawah tanah. Sumber pendanaannya bisa diambil dari hasil pajak dan retribusi parkir.

Potensinya bisa mencapai Rp3,6 triliun/tahun dari kalkulasi jumlah mobil sekitar 2,5 juta unit. Setiap hari rata-rata parkir  1 jam dipungut Rp4.000, belum termasuk dari  4 juta sepeda motor yang dipungut Rp 1.000 hingga Rp2.000/jam.
Keprihatinan kita justru akibat ketidak-berdayaan  pemprov mencapai target pajak dan retribusi parkir. Setahun ditetapkan Rp185  miliar, hanya mampu mencapai Rp157,337 miliar.

Di sana-sini uang parkir bocor.., bocor! Kita berharap Wakil Gubernur Ahok bersama Gubernur Jokowi segera menyumbat.***

  • meleketi

    Bravo Ahok-Jokowi……di Singapore untuk memiliki Mobil harus mempunyai COE…Certificate of Entertainment…harga COE antara 50,000 sd 70,000 Sin Dollar….setiap tujuh tahun harus diperpanjang…..banyak orang Singapore yg mempunyai kemampuan ekonomi lebih dari gol menengah di indonesiai tetapi mereka memilih naik angkutan umum…..

  • slamet .R

    enak ya jadi pengusaha parkir ,omset naik 100%

  • slamet .R

    wah ……..,jangan di samain Singapura,lain budaya!!!

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100004784165197 Setyo Widodo

    Punya mobil tapi gak kuat beli pertamax dan bayar parkir mendingan suruh naik Angkot aja ketahuan urusannya.

  • abang fe

    asik..perbaiki fasilitas transportasi publik daripada bangun tol baru, yaa proyek baru..lebih baik memperbaiki metro mini dan buskota usang ..

  • sseffendy

    perbaiki yang ada sekaligus admintrasinya berikut sdm nya.jauh lebih bermanfaat. ketimbang kita cuma bisa beli, bangun tapi tidak bisa memelihara.. montirnya jangan asal2an, bisa bongkar tapi tak bisa masang spt aslinya. siapkan suku cadang.yang baik tapi jangan di kentit.Beri kesempatan orang2 yang berpendidikan sesuai kebutuhannya dan penuh pengabdian.Bengkel2 ppd trans jkt kurang cekatan. tidak seperti bengkel blue bird.sehingga tidak melihat bluebird macet atau kebakaran di tengah jalan.

  • sseffendy

    upayakan parkir tak boleh sembarang tempat. Dan mestinya tidak di kenai biaya/palak.di Bangkok parkir gratis.Upayakan bus gratis bagi manula 60th keatas. dan orang miskin spt di bangkok.begitu juga kereta api gratis ut jarak tempuh sekitar 1 jam. Maaf sedikit nyimpamng: Bebas PBB bagi pemilik lahan 200 m2 kebawah.Di bangkok pemilik lahan luas kurang 800m2 bebas pbb.moga2 Pak Jokowi Ahok di dukung terus dan sukses selalu

  • chris

    Semooga bagus jadinya ya.. alasann pertama orang lebih memilih kendaraan pribadi itu adalah kenyamanan dan keamanan..
    Asal itu dipenuhi pastii banyak yang beralih ke transportasi publik.. semooga kenaikan parkir juga tidak menjadi sasaran dana bocor bagi pihak yang korup