Kamis, 7 Februari 2013 21:05:56 WIB

RS Tarakan, Dibanjiri Seribu Pasien per Hari

RS Tarakan-n

GAMBIR (Pos Kota) – Warga Jakarta yang berobat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat (Jakpus)  memanfaatkan fasilitas berobat gratis dengan jaminan kesehatan membludak.

Setiap harinya rata-rata 1.000 pasien dengan beragam penyakit berobat di rumah sakit daerah tersebut.

Rosmaniar, 47, warga Duri Pulo, Gambir mengaku program jaminan kesehatan dari Gubernur Jokowi sangat dirasakan manfaatnya. Warga dapat berobat gratis apapun penyakitnya.

“Alhamdulillah, berobatnya gratis, meski harus antri menunggu karena yang berobat banyak,” ucapnya, Kamis (7/1) saat ditemui di RS Tarakan untuk berobat.

Humas RSUD Tarakan, dr Theryoto mengatakan sejak digulirkan program jaminan kesehatan oleh Gubernur Jokowi, pasien yang berobat terus meningkat. “Ada peningkatan sekitar 20 persen, kalo sebelumnya rata-rata sehari 800 pasien, sekarang setiap harinya mencapai 1.000 pasien,” jelasnya.

Pasien yang berobat bermacam-macam penyakitnya mulai dari penyakit dalam dan juga penyakit yang umum dialami masyarakat, seperti panas, diare, paru dan lain-lain. Apapun penyakit yang diderita pasien tidak akan dikenakan biaya karena ditanggung Pemprov DKI Jakarta.

“Asalkan mempunyai kartu Jakarta Sehat atau mempunyai KTP DKI Jakarta serta ada rujukan dari Puskesmas,” ujar Theryoto.

Dikatakan tidak hanya jumlah pasien yang berobat jalan yang meningkat. Namun, pasien rawat inap di kelas III yang dikhususkan bagi mereka yang ditanggung jaminan kesehatan juga meningkat. Terbukti dari 330 tempat tidur hampir selalu penuh terisi.

“Pasien rawat inap di kelas III juga selalu penuh, apalagi kalau hari Senin pasti tidak ada tempat kosong karena banyak yang belum pulang, tapi hari biasa rata-rata 300 pasien,” katanya.
Meskipun pasien dengan fasilitas berobat gratis, pihak rumah sakit tetap melayani dengan baik dan tidak dipersulit. (Tarta/d)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.