Jumat, 8 Februari 2013 11:03:39 WIB

Cinta Segitiga Diduga Motif Penembakan Bidan

bidatembak82

MEDAN (Pos Kota) – Tim gabungan Polresta Medan dan Polsek Patumbak terus mengejar pelaku yang menembak bidan puskesmas Nurmala Dewi Tinambunan alias Dewi hingga tewas.

Peristiwa itu diduga bermotif cinta segitiga. Pasalnya, akhir-akhir ini sebelum kejadian korban sering diteror dan diancam dibunuh melalui handphone.

L Marbun, tetangga korban, kepada wartawan, Jumat (8/2), mengatakan semasa hidupnya korban memang dekat dengan pria bermarga Silaban. Tapi selain kepada korban, pria itu juga memilik kedekatan dengan Br Pasaribu.

Ditambahkan Marbun, bahwa ibu korban pernah bercerita tentang ancaman yang diduga dari mantan pacar korban.

“Rumah Dewi juga pernah hampir dibakar oleh orang tak dikenal beberapa waktu lalu. Bukan itu saja, tangan korban juga pernah ditikam saat dirinya bertugas di Nias,” kata Marbun.

Seperti diberitakan Nurmala Dewi Tinambunan,31, yang sehari-hari bertugas sebagai bidan di Puskesmas Teladan, Medan, tewas ditembak orang tak dikenal (OTK) di depan kediamannya di Jalan Pertahanan, Gang Indah, Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (7/2).

Bidan cantik ini sempat dibawa ke RS Estomihi di Jalan Sisingamangaraja, Medan. Namun, nyawanya tak tertolong setelah sebutir peluru bersarang ke bagian perut kirinya. Selanjutnya, jenajah korban dibawa ke RSU Pirngadi, Medan, untuk keperluan otopsi.

Kejadian itu sekitar pukul 15. 00 Wib. Saat itu korban bersama ibunya bernama Hariana br Sihotang, baru turun dari angkutan kota (angkot) dan hendak masuk ke rumah.

Namun, korban terlebih dahulu turun dan membuka pintu pagar. Sedangkan ibunya membayar ongkos angkot.

Tiba-tiba terdengar letusan senjata dan korban terkapar ditanah. Ibu korban menjerit dan mengundang perhatian warga. (samosir)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.