Monday, 19 November 2018

Agar Laporan ke Polda Dicabut

Anton Medan Mengaku Tolak Uang Rp 500 Juta Dari Farhat Abas

Senin, 11 Februari 2013 — 14:45 WIB
mendanton112

JAKARTA (Pos Kota) – Anton Medan yang juga Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) mengaku sempat ditawari sejumlah uang oleh Farhat Abas agar laporannya terkait “kicauan” pengacara muda tersebut soal Wakil Gubernur DKI Ahok dicabut.

“Ada orang suruhan dia (Farhat Abas) yang datang dan menemui saya, kemudian dia menawari saya agar mencabut laporan saya,” ungkap Anton Medan di Polda Metro Jaya, Senin (11/2).

Anton menjelsakan orang suruhan Farhat tersebut sempat menwarkan uang Rp 500 juta, agar kasusnya tidak diteruskan. Namun hal tersebut ditolak lantaran Anton yang mewakili Umat Tionghoa menganggap apa yang dilakukan oleh Farhat dalam kicauanya diduga menghina Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama, atau Ahok melalui twitter dianggap mengandung unsur SARA dan memicu perpecahan anatar etnis.

“Saya tidak sendirian. Saya sebagai Ketua PITI mendapatkan kepercayaan untuk mengawal kasus ini agar selesai, dan Farhat mendapatkan apa yang telah diperbuatnya,”ungkapnya.

Ditambahknya, kedatangan dirinya Ke Polda Metro Jaya adalah untuk memenuhi panggilan penyidik diperiksa sebagai saksi untuk laporannya 10 Januari lalu.

“Hari ini agendanya keterangan saksi, dan saya datang bersama dua saksi,”ungkapnya. (Yahya)

Foto: Anton Medan di Polda Metro

  • TOTO

    cuma 500 jeti……… huh ??? bah dikit boanget kau punya duit ,modal segitu mo nyalon jadi presiden…………??? :D

  • MANUSIA TAKUT NERAKA

    PENGECUTNYA JUGA SIHIDUNG GEDE .

  • tato

    Mulut aja dibesarin utk nenghina orang lain.hati donggg yg di gedeiinnn broooo

  • yustina

    Tidak layak org yg suka menghina suku lain jadi presiden krn Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan agama yg hidup saling berdampingan.

  • Ujang Samsani

    Pelajaran utk menjaga lidah. Hormati lah manusia sbg jati diri manusia sesungguhnya tanpa melihat embel embel apapun. Mengapa hrs membayar dng uang, menurut sy lebih dihargai kalau kita meminta maaf dng tulus tapi jgn dng ngeles. Makanya farhat jgn suka cita kalau org disamping mu selalu mendukungmu dan jgn marah kalau org disampingmu ada yg selalu mengkritik dirimu