Sunday, 23 September 2018

Mendikbud

BSM dan BOS Belum Mampu Mengkaver Kebutuhan Siswa

Senin, 11 Februari 2013 — 14:37 WIB
bos

DEPOK (Pos Kota)- Bantuan siswa miskin (BSM) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dinilai belum mampu mengkaver kebutuhan biaya siswa kurang mampu. Buktinya meski dua kebijakan tersebut sudah dijalankan beberapa tahun, hingga saat ini masih ditemukan banyak siswa SD yang dropout dan tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Hampir semua daerah masih ditemukan siswa yang DO dan tidak menuntaskan wajib belajar 9 tahun,” tutur Mendikbud Muhammad Nuh disela Rembugnas Pendidikan, Senin (11/2).

Menurut Nuh, BSM harus terintegrasi mulai dari SD hingga SMA. Karena salah satu alasan siswa DO dan tidak melanjutkan sekolah adalah tidak adanya pihak yang bertanggungjawab terhadap pendanaan pendidikan.

Ia memaparkan ada 4 strategi pokok yang harus dilakukanĀ  untuk memperkecil angka DO siswa miskin. Yakni meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tanggungjawab pendidikan, memperluas cakupan BSM dari SD hingga perguruan tinggi, meningkatkan unit cost BSM dan menambah cakuoan beasiswa bidik misi.

Lebih lanjut Nuh meminta agar semua pihak secara aktif mengidentifikasi anak-anak yang rawan DO. Identifikasi ini tidak hanya menjadi tanggungjawab Dinas Pendidikan tetapi juga sekolah, masyarakat bahkan perguruan tinggi.
“Mari jadikan ini sebagai gerakan nasional,” pungkasĀ  Nuh.

(inung/sir)