Belum Boleh Menikah Alasan Oknum TNI Bunuh Pacar Hamil

Rabu, 13 Februari 2013
ilusbelum

BANDUNG (Pos Kota) – Kematian mahasiswi dan ibunya di Garut, Jawa Barat masih jadi perbincangan. Oknum TNI berpangkat Prada yang jadi tersangka hingga Rabu kemarin terus diperiksa Denpom.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka tega membunuh pacar dan calon mertuanya itu karena didesak menikahi korban yang sudah hamil delapan bulan. Padahal secara kedinasan belum bisa menikah karena baru bertugas dua tahun.

“Tersangka belum boleh menikah. Dia berdinas jadi aparat baru dua tahun. Baru bisa menikah jika sudah lima tahun berdinas,“ kata Kapolres Garut AKBP Umar Surya Fana, Rabu.

Olehkarenanya, saat menjalin asmara dengan Sinta Mustika mahasiswi STIKE Garut, kemudian hamil delapan bulan, tersangka kalap.“ Ia semakin kalap setelah Onah, ibu kandung Sinta mengancam akan melaporkan kehamilan ke komandanya,“ tambah Kapolres.

Tersangka CM,23, panik. Senin petang dia membunuh pacar dan ibunya di perkebunan di daerah Cisurupan, Garut. “ Dari TKP kami mengamankan barang bukti motor dan HP milik korban. Keduanya dijemput tersangka kemudian dibantai menggunakan sangkur. Tersangka. Dan sangkurnya sudah diserahkan ke Pom Garut,“ jelas kapolres.

Dan Denpom III/2 Garut Letkol CPM Suparno, menjelaskan, tersangka merupakan anggota aktif dan baru berdinas di kesatuanya 2 tahun. “ Dia sudah ditahan, dan kondisinya masih labil. Kini, kata dia, tersangka diberi pemahaman dan nasehat supaya jiwanya tenang kembali. “ Dia sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif,“ jelas Suparni.

Hasil outopsi tim medis RSUD Garut , korban Mustika pacar tersangka tewas akibat luka 18 tusukan, dua diantaranya di perut hingga menembus ke janin yang sudah delapan bulan. Sedang, ibunya Onah,39, warga Kampung Saroja, Bayongbong, tewas dengan luka tusukan, kemudian dicekik.

Diberitakan, ibu dan anak tewas dibantai di perkebunan di Garut Senin. Tersangka CM oknum TNI diamankan Senin malam. (Dono)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.