Rabu, 13 Februari 2013 19:55:36 WIB

Tahanan Wanita Kabur Dari Rutan Pondok Bambu

Tahanan

JAKARTA (Pos Kota) – Tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara kabur dari pengawalan petugas, saat dibawa ke Rutan Pondok Bambu, Selasa petang. Hingga Rab sore terdakwa kasus narkoba Lim Hong Gek alias Kiki belum juga ditemukan.

Kepala Kajaksaan Negeri Jakarta Utara Tejo, saat dikonfirmasi membenarkan pelarian terdakwa kasus kepemilikan 9 gram narkoba ini. ”Saya sudah periksa dua dari tiga petugas pengawal tahanan,” tegas Tejo Lekmono, kepada Pos Kota, Rabu .

Menurutnya ketiga petugas tersebut dianggap lalai. Seharusnya semua tahanan dikawal dengan tangan diborgol hingga masuk ke rutan. Namun informasi yang diperolehnya, tahanan yang kabur tidak diborgol.

“Pemeriksaan kami lakukan untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan atau hanya lalai,” jelas Tejo.

Dikatakannya, pelarian tahanan wanita ini sekitar pukul 18.30. Saat itu mobil tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara baru tiba di rutan Pondok Bambu. Secara bersamaan datang juga sejumlah mobil tahanan lainnya dari lima wilayah kota, sehingga terjadi antrian masuk kendaraan ke area rutan.

Entah siapa yang punya ide, sekitar 20 meter mobil tahanan memasuki halaman rutan, tiba-tiba tahanan diturunkan yang kemungkinan disuruh berjalan kaki. Saat petugas lengah, Kiki tahanan wanita yang ditangkap di Jalan Ampera, Pademangan ini melarikan diri.

Lim Hong Gek kini dalam proses persidangan yang dilaksanakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yadi Mulyadi SH, Panitera Pengganti Netty Herawati dan ketua Majelis Hj. Tenri Muslinda. Terdakwa dikenakan pasal 112 dan 114 Undang-Undang No.35/2009 tentang narkotika dengan ancaman lima tahun penjar.

Tejo mengaku jumlah terdakwa yang dikawal petugasnya setiap hari berjumlah 50-60 orang, sehingga kekurangan petugas. Sedangkan untuk mengejar Kiki pihakya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait termasuk keluarga terdakwa.
“Saya himbau agar terdakwa Lim Hong Gek alias Kiki segera menyerahkan diri. Dan keluarga terdakwa agar mau melaporkan ke petugas jika melihat terdakwa,” harap Tejo. (dwi)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.