Tuesday, 18 September 2018

Upaya Polda Metro Jaya menciptakan Rasa Aman

Kamis, 14 Februari 2013 — 8:52 WIB

GENDERANG perang kian kencang ditabuh Polda Metro Jaya untuk melawan penjahat jalanan. Dalam 10 hari menggelar operasi bersandi “Berantas Jaya 2013” ini setidaknya telah meringkus 535 orang yang diduga sebagai tersangka pelaku tindak kriminal. Seperti dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Drs.Rikwanto SH.M,Hum,  para tersangka terlibat dalam berbagai kasus di antaranya  perampokan, pencurian kendaraan bermotor, penodongan, penjambretan dan premanisme.

Aksi kejahatan jalanan inilah yang menimbulkan rasa takut. Sekecil apa pun  kerugian harta benda korban, aksi penodongan dan penjambretan tetap akan mengusik rasa aman masyarakat.

Tentu saja polisi sebagai aparat pembina kamtibmas akan merasa terusik , jika rasa aman masyarakat juga menjadi terusik akibat ulah para penjahat. Itu pula makna di balik Operasi Berantas Jaya 2013 yang tidak lain bertujuan untuk mengusir rasa takut warga dari  kejahatan (fear of crime) serta menciptakan rasa aman di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Seiring dengan itu, operasi ini pun digelar karena adanya tren kejahatan dengan kekerasan yang terus meningkat, terutama yang bermotif ekonomi.

Itulah sebabnya kami memberikan apresiasi atas hasil kerja keras Polda Metro Jaya selama melalui berbagai operasi dan razia dengan maksud menciptaan rasa aman masyarakat.

Hanya, untuk membuat jera pelaku tindak kriminal perlu tindak lanjut  melalui proses hukum yang mampu memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Ini memang bukan hanya tugas polisi, tetapi sinergitas aparat penegak hukum lainnya seperti jaksa dan hakim. Sehingga tidak ada lagi protes dari warga masyarakat karena hukuman yang diberikan tak setimpal dengan kejahatan yang dilakukan.

Bagi Polri, tindak lanjut dari pascaoperasi tentunya akan lebih diarahkan kepada upaya menciptakan rasa aman masyarakat melalui pendekatan pre-emptif oleh petugas Binkamtibmas yang disebar ke perkampungan dan kompleks – kompleks perumahan serta komunitas tertentu.

Kita meyakini kehadiran polisi di tengah – tengah masyarakat akan menciptakan situasi lebih kondusif. Rasa nyaman pun dapat tercipta, sepanjang anggota Polri mampu membangun interaksi dengan warga masyarakat. (*)