HMI Anti Cikeas titip “Borgol Raksasa” pada KPK

Jumat, 15 Februari 2013
HMI demo KPK01

JAKARTA (Pos Kota) – Sebuah borgol dengan lingkar gelang seukuran pinggang orang dewasa mendarat di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jl. HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (15/2).

HMI demo KPK02

Borgol raksasa ini sengaja dititipkan oleh Gerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Anti Cikeas kepada KPK dengan harapan komisi pimpinan Abraham Samad itu segera tangkap dan adili Edhie Baskoro (Ibas) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono yang menurut mereka terlibat dalam kasus korupsi Hambalang.

Serah terima borgol dilakukan oleh Laode Ahmadi, aktivis HMI dari Universitas Nasional (Unas) kepada jajaran KPK yang diwakili oleh Yuyuk Andriati, Staf Humas KPK, di teras Gedung KPK, sekitar pukul 14:00 WIB.

“Borgol ini sengaja kami titipkan kepada KPK sebagai simbol agar KPK memborgol anak dan isteri Presiden, yaitu Ibas dan Ani Yudhoyono,” kata Laode, saat menyerahkan borgol.

Penjelasan kenapa KPK mesti tangkap Ibas dan Ani pun dipertegas Laode bersama puluhan rekannya melalui orasi di tepi jalan depan Gedung KPK. Dalam orasinya, mereka mengaku kecewa dengan KPK yang menurut mereka tidak lagi tegas dalam menguak sejumlah kasus korupsi. “KPK tidak jantan dalam menguak dalang korupsi yang sebenarnya, terutama yang melibatkan keluarga Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.”

Hal itu, lanjut mereka, terlihat jelas dari tebang pilihnya KPK dalam membongkar adanya aliran uang dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin ke Ibas dan Ani.

“Padahal BAP Mindo Rosalina dan keterangan M. Nazaruddin menyebutkan bahwa ada campur tangan Cikeas dalam pengaturan proyek Hambalang tersebut,” teriak Mustofa Khidir, Ketua HMI Cabang Jakarta Timur.

Dalam aksi, massa yang berjumlah sekitar 20-an orang itu juga meminta kepada KPK untuk menolak keras intervensi yang dilakukan oleh pihak Istana dan berharap pimpinan KPK dapat bijaksana dalam memimpin pemberantasan korupsi di Indonesia.

Meski sempat menyebabkan kemacetan, aksi unjuk rasa yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut berjalan aman dan tertib. (yulian/d)

FOTO:
1. Aktivis Gerakan HMI Anti Cikeas Laode Ahmadi (kanan) menyerahkan borgol raksasa kepada Staf Humas KPK, Yuyuk Andriati (kiri), di teras gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/2). (yulian)

2. Massa dari Gerakan HMI Anti Cikeas berunjuk rasa mendesak KPK tangkap Ibas dan Ani Yudhoyono, di depan Gedung KPK, di Jl. HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (15/2). (yulian)

Terbaru
Terpopuler
Diselenggarakan Hari Ini
Romi Nilai Muktamar PPP Versi SDA Tidak Miliki Dukungan
Kamis, 30 Oktober 2014
Politik
Modus Ganjal Tusuk Gigi
Pembobol ATM Nasabah Bank Diciduk
Kamis, 30 Oktober 2014
Peristiwa
Indonesia Peringkat 78
Bank Dunia Ngaku Dunia Usaha Kian Mudah Dapat Listrik
Kamis, 30 Oktober 2014
Ekonomi
Dampak Rencana Harga BBM Naik
Massa Buruh Blokir Jalan Tuntut Upah Rp3 Juta/Bulan
Kamis, 30 Oktober 2014
Bogor
Harus Bertanggungjawab
Fadli Zon: KIH Bentuk DPR Tandingan Rugikan Mereka Sendiri
Kamis, 30 Oktober 2014
Politik
Sopir Ngantuk
Lagi, Kontener Tabrak 4 Rumah di Pantura
Kamis, 30 Oktober 2014
Peristiwa
Internasional
Berusaha Dahului Kendaraan di Depan
Truk Tangki Hantam Tronton di Tol, 2 Tewas Dua Luka Parah
Kamis, 30 Oktober 2014
Peristiwa
Internasional

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.