Thursday, 23 May 2019

Pindah Agama, Tahanan di Polsek Beji Minta Disunat

Jumat, 15 Februari 2013 — 19:39 WIB
Tahanan Disunat-n

DEPOK (Pos Kota) – Tahanan melangsungkan pernikahan di kantor polisi sudah biasa. Yang ini lain dari biasanya. Untuk pertama kalinya Polsek Beji melakukan khitanan kepada tahanan Puskesmas Beji Timur.

Atas permintaan tahanan sendiri ingin disunat karena pindah keyakinan menjadi seorang muslim.

Kapolsek Beji, Kompol Agus widodo mengatakan  tersangka Tomi Wijaya bin Beni Wijaya, 23, dalam kasus pencurian HP diberikan kesempatan untuk disunat. Dan  atas kesadaran sendiri berpindah keyakinan untuk pindah ke agama Islam.

“Sebagai rasa kemanusiaan, atas keinginan tersangka untuk disunat tidak bisa kita cegah. Hal tersebut adalah bagian dari kepercayaan masing-masing,”ujar Kapolsek kepada Pos Kota di tengah-tengah khitanan

Tersangka dengan dikawal anggota dengan mengenakan baju tahanan dibawa ke Puskesmas Beji Timur, dikhitan oleh dokter Puskesmas.

“Tersangka menginginkan pindah agama atas keyakinanannya sendiri, hal itu sudah dilakukan pada tanggal 7 Januari yang lalu. Untuk memperlengkap Sunah Nabi SAW, salah satunya adalah harus disunat,” paparnya.

Tersangka mendapat perlakuan khusus sampai masa penyembuhan dengan menempatkan di sel yaang lebih bersih.

“Proses hukum tersangka akan tetap berjalan. Berkasnya sudah P21, tinggal dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kota Depok pekan depan,”demikian kata polisi.

Sementara itu, Tomi mengatakan atas permintaan diri sendiri pindah agama. “Saya atas keinginan sendiri untuk disunat, yang merupakan salah satu syarat untuk masuk islam,” kata pria berkulit putih ini . (Angga/d)

Foto: Kapolsek Beji Kompol Agus Widodo (kiri) bersama anggota penyidik membawa tersangka usai disunat. (Angga)

  • http://www.facebook.com/herizal.alwi Herizal Alwi

    “Allaahumma tsabbithu waj’alhu haadiyan wa mahdiyyan”

    Artinya: “Ya Allah, tetapkanlah ia (Islam) dan jadikanlah ia sebagai penunjuk yang selalu memberi petunjuk
    (HR Al-Bukhari, Muslim, Ibn Majah, Ahmad, Al-Baihaqi, Al-Nasa’i, dan Al-Thabarani)”