Nah Ini Dia

Senin, 18 Februari 2013 11:44:37 WIB

Digebugi Karena Kelon Luar Biasa

nah-sub

BERSAMA sendiri, kelonan semalam suntuk pun takkan diganggu. Makanya di Ternate (Maluku Utara), wajar saja Minggus, 45, babak belur gara-gara kasus Kelonan Luar Biasa (KLB). Pasalnya, yang dikeloni di hotel adalah Ny. Elda, 21, istri Dulhamid, 40, dosen perguruan tinggi swasta.

Minggu-minggu ini istilah KLB demikian mengemuka, gara-gara kemelut dalam tubuh Partai Demokrat. Bila di masa Orde Baru KLB diartikan oleh PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) sebagai: Kereta Luar Biasa, dalam partai dewasa ini bisa berarti menjadi Kongres Luar Biasa. Nah, sekarang saat berlangsungnya Rapimnas Partai Demokrat, yang berseberangan dengan Anas Urbaningrum mendorong diselenggarakan KLB itu, agar sang Ketum tersingkir. Padahal KPK sendiri menilai, kasus Anas belum juga KLB (Korupsi Luar Biasa).

Di Ternate, Minggus bukanlah partisan. Jadi dia sama sekali tak peduli dengan KLB-nya para aktivis partai. Tapi di sisi lain, ternyata dia justru merupakan praktisi KLB yang kelewat aktif dalam arti Kelonan Luar Biasa itu tadi. Soalnya, dengan mengandalkan kekuasaannya sebagai atasan dia mampu menaklukkan istri seorang dosen pergurua tinggi swasta di kotanya. Jadi di kala suami Ny. Elda mengajar baik di semester ganjil maupun genap di kampus, istrinya oleh Minggus “dismash” terus kapan saja suka.

Dulhamid warga Kebon Jati Ternate Selatan, awalnya tak tahu bahwa istrinya kini sudah punya PIL. Hanya belakangan Elda mulai bertingkah yang nganeh-anehi. Sebagai istri kan mustinya selalu meladeni kebutuhan suami, kini tidak lagi dijalankan secara efektif. Makan minum suruh ambil sendiri, bahkan parahnya “makan tengah malam” di ranjang juga Elda sudah mulai malas melayani. Alasannya klasik, capek dan capek. Walhasil meskipun Pak Dosen sudah colak-colek macam kondektur bis, Elda malah tidur tengkurep menyelamatkan “aset”-nya.

Lama-lama Dulhamid dapat info bahwa istrinya memang punya PIL, yang menjadi atasannya sendiri di dealer sepeda motor. Memang selama ini Elda menjadi karyawati di situ. Sebagai boss yang baik, Minggus sering mengantarkanya pulang dengan mobil. Awalnya Dulhamid tak curiga, dianggapnya itu sekedar hubungan lumrah antara atasan dan bawahan. Ee…., nggak tahunya!

Beberapa hari lalu pas dia baru saja pulang mengajar, dia melihat istrinya dijemput Minggus dengan mobil. Maka Dulhamid tak jadi masuk rumah, justru membuntuti ke mana istrinya mau dibawa orang. Setelah puter-puter kota hingga malam, ternyata dua sejoli itu kemudian masuk ke Hotel Bukit Pelangi dan chek in di kamar 120. Buru-buru dia menelpun polisi dan sanak famili untuk berpartisipasi dalam penggerebekan itu.

Benar juga, saat digedor kamarnya keduanya ditemukan dalam kondisi telanjang bulat. Sebenarnya Minggus berusaha kabur, tapi di luar sudah dikepung dari berbagai penjuru. Langsung saja dia diseret keluar dan digebuki. Untung saja polisi ada dalam penggerebekan itu,  sehingga aksi main hakim sendiri itu bisa dihentikan sebelum parah. Dalam kondisi wajah yang simpang siur Minggus dan Elda dibawa ke Polres Ternate.

Dalam pemeriksaan, Minggus mengakui bahwa Elda memang anak buahnya di perusahaan dealer sepeda motor. Selama intim belakangan ini dia mengaku bahwa baru dua kali menyetubuhi Elda. Tapi karena keakraban ini sudah nampak sejak 3 bulan lalu, pengakuan Minggus diragukan oleh suaminya.

Kalau ada spedometernya, ya bisa dilacak. (MP/Gunarso TS)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.