Tuesday, 25 June 2019

Generasi Narkoba

Senin, 18 Februari 2013 — 11:46 WIB

INDONESIA sebagai negara maritim, terdiri dari belasan ribu pulau. Terbentang luas dari barat sampai ke timur, dari Sabang hingga Merauke. Di dalam kepulauan tersebut, penduduk Indonesia yang jumlahnya ratusan juta jiwa tinggal dan menetap. Dan ratusan juta jiwa penduduk Indonesia itu terdiri atas berbagai suku, berbagai agama, adat-istiadat dan bahasa daerah.

Ada bahasa daerah Aceh, bahasa daerah Batak, bahasa daerah Minangkabau, bahasa Papua, bahasa Ambon, bahasa Bugis, bahasa Sunda, Bahasa Jawa, Bahasa Melayu, Bahasa Alor, bahasa Temate, bahasa Madura, bahasa Bali dan masih ban yak lagi bahasa daerah lainnya. Begitu juga dengan adat-istiadat dan kebudayaannya. Sungguh merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tiada tara nilainya.

Itulah sekelumit gambaran tentang potensi penduduk Indonesia, begitu juga dengan kekayaan alamnya. Namun semua itu jika tidak dikelola dengan baik dan dilestarikan, maka tidak akan dapat memberikan manfaat secara maksimal. bagi masyarakat secara luas. Begitu. juga kekayaan adat-istiadat, budaya dan bahasa.

Namun baru-baru ini diberitakan bahwa ”bahasa daerah”, khususnya bahasa Jawa akan dihapuskan dari kurikulum pendidikan di sekolah oleh pemerintah. Sungguh merupakan hal yang sangat tidak dapat dimengerti. Bahasa adalah merupakan akar untuk tumbuh dan berkembangnya suatu kebudayaan. Hanya dengan akar yang baik dan terus terpelihara, maka akan tumbuh, berkembang dan membuahkan hasil. Kebudayaan akan terus bersemi dan berkembang dengan ide-ide yang cemerlang dan gemilang dari generasi ke generasi.

Sehingga anak-anak dan generasi muda kita nanti tidak kehilangan potensi, kreatifitas dan masa depannya. Dan terus dapat mengembangkan kebudayaan dan karya-karyanya secara kreatif dan inovatif. Sehingga mereka akan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di luar sana hingga masa-masa yang akan datang.

Pertanyaannya adalah; Bisakah bahasa daerah punah? Jawabannya tentu ”bisa”. Apa lagi kalau bahasa daerah dihapuskan dari dunia pendidikan, maka bahasa daerah tersebut akan semakin jarang digunakan, dan lama kelamaan akan ditinggalkan dan ditanggalkan oleh masyarakat penggunanya.

Hal ini tentu bertentangan dengan keputusan UNESCO yang menyatakan agar tetap memelihara bahasa daerah sebagai bahasa ibu. Keanekaragaman suku, bahasa dan adat-istiadat kita yang jumlahnya ribuan adalah merupakan kumpulan akar budaya bangsa kita secara nasional.

Bisa dibayangkan jika kumpulan akar tersebut tidak kuat, maka akan mudah tercabut. Jika diumpamakan sebuah pohon maka akan mudah tumbang terhempas oleh angin dan mudah layu dan kering tersengat terik matahari. Artinya budaya kita akan sangat rentan dan mudah dipengaruhi oleh budaya asing yang belum tentu cocok dengan kultur budaya kita, atau bahkan akan merusak moral dan kepribadian generasi kita terlebih baru-baru ini anak-anak bangsa kita sudah dicekoki oleh narkoba, sehingga ada julukan Generasi baru Narkoba.