Thursday, 22 August 2019

Sudah Ditalak Tiga Kok Cemburu Juga?

Selasa, 19 Februari 2013 — 10:26 WIB
nah-sub

JANGAN main-main dengan ucapan talak. Agaknya Wardoyo, 34, tak tahu soal itu, sehingga meski bininya sudah pernah ditalak tiga secara lisan, dia masih cemburu juga ketika tahu “bekas” istrinya pacaran dengan brondong. Tapi meski telah digerebek, polisi tak bisa berbuat apa-apa karena Wardoyo sudah tak berhak lagi.

Dalam Islam, tak boleh sembarangan mengucapkan “tak cerai kamu” pada istri. Sebab sekali mengucap talak, istri langsung haram dicemplak. Apa lagi sampai mengucapkan talak tiga sekaligus, itu makin haram lagi. Sebab untuk bisa kembali halalan tayiban wa asyikan, si istri harus menikah dulu dengan lelaki. Itu juga tak boleh hanya formalitas. Maksudnya, sebagai istri dia harus benar-benar disetubuhi dulu oleh suami kedua, baru kemudian dicerai untuk dikawini lagi oleh suaminya dulu. Ribet kan?

Agaknya Wardoyo warga Jl. Tambak Wedi, Surabaya ini kurang faham soal begituan. Ketika emosi, dia mengucapkan “tak cerai kamu” begitu gampangnya kepada istri tercinta Maryani, 28. Padahal dalam hukum Islam, sekali kata-kata itu diucapkan, perempuan yang tadinya yaujah (istri), tak lagi halal untuk dijamah. Makin celaka lagi, ketika ada tuntutan hukum atas istrinya tersebut, polisi tak bisa lagi membantu Wardoyo, karena dia sudah kehilangan haknya.

Wardoyo ini memang lelaki tipe pemberang, gampang marah. Kalau wayang, dia Prabu Baladewa yang jarang kontrol penyakit bludregnya. Jadi sedikit mendengar kata-kata yang tidak enak, langsung naik pitam. Tak hanya gebrak meja dan banting kursi, tapi Wardoyo juga royal mengeluarkan kata-kata kasar. Nama binatang berkaki empat koleksi Bonbin Wonokromo, keluar semua dari mulutnya. “Anjing, babi, celeng….,” begitu kata Wardoyo, sampai para hewan itu pun bingung apa salah mereka sehingga sampai dibawa-bawa.

Sesabar-sabarnya istri, jika diomeli dengan kata-kata “krama inggil” macam begitu, tersinggung juga tentunya. Bapak ibu sendiri yang bikin dan membiayai, tak pernah ngomong demikian. Lha ini lelaki lain hanya atas nama suami seenak perutnya maki-maki orang. Maka belum lama ini Maryani mencoba melawan. Ee, dilawan oleh istri, Wardoyo makin tersinggung. “Kamu berani ya? Oke, kamu tak cerai sekarang juga, cerai, cerai, cerai…..!” ujar Wardoyo tanpa kendali.

Maryani langsung kembali ke rumah orangtuanya, sehingga sejak 1,5 tahun lalu suami istri ini sudah pisah rumah. Itu artinya, selama 1,5 tahun pula sudah terjadi “gencatan senjata” tanpa persetujuan PBB. Sebagai lelaki normal masih muda, 18 bulan tanpa aktivitas yang signifikan dan asyikan, tentu saja pusing. Sayangnya, setiap Maryani disusul diajak pulang tidak mau. Bininya memang sengaja mengembargo “Prabu Baladewa” dari Jalan Tambak Wedi ini.

Dalam pada itu, selama jauh dari suami diam-diam Maryani juga menjalin hubungan dengan lelaki lain alias PIL. Dia adalah Sodrun, lelaki muda umur 23 tahun. Orang sekarang menyebutnya sebagai “brondong”. Kata Maryani, brondong satu ini lebih enak dari brondong jagung atau ketan. Kalau sedang “berlaga” rasanya renyah, ada manisnya, ada gurihnya, mirip popcorn.

Lama-lama Wardoyo mendengar perselingkuhan istrinya. Saat Maryani kencan bersama si berondong di Hotel Pasar Bubutan, digerebeklah. Di situ ditemukan betapa wanita yang masih dicintainya itu sedang disetubuhi oleh PIL-nya. Keduanya lalu digelandang ke Polsek Bubutan. Tapi dalam pemeriksaan, Maryani mengaku suaminya pernah mengeluarkan talak tiga atas dirinya. Dus karena itu, dia sama sekali tak punya hak untuk cemburu dan marah. Polisi bisa menerima alasan ini, sehingga pasangan mesum Maryani – Sodrun terpaksa dibebaskan.

Makanya Bleh, sudah ditalak kok mau nyemplak. (SK/Gunarso TS)

  • foke

    hati-hati pak dhe, gak asal ucap talak.
    sekali talak ndak bisa nyemplak

  • TOTO

    CIAN DEH LOOE……… :)

  • Ddekrit

    Heheheheh Pak Gun celotehnya ga abis2 Uyyyyyy