Thursday, 13 December 2018

Sulit,Terapkan Larangan Merokok di Mall

Rabu, 20 Februari 2013 — 19:18 WIB
rokok1

JAKARTA (Pos Kota)-  Menetapkan mall atau pusat perbelanjaan sebagai kawasan tanpa rokok (KTR) sangatlah sulit. Meski disejumlah sudut dan pintu masuk sudah terpampang tulisan kawasan tanpa rokok, tetap saja ada pengunjung yang merokok.

Fakta tersebut terutama banyak dijumpai di café-café dan restoran yang berada diarea mall. “Kita sudah larang semua area mall untuk merokok, tetapi tetap masih dijumpai satu dua pengunjung yang merokok,” tutur Hermawan, staf marketing and communication PT Pakuon Sentosa Abadi, Rabu (20/2).

Blok M Plaza yang berada dibawah kelola PT Pakuon Sentosa Abadi diakui Hermawan sudah ditetapkan sebagai KTR sejak 2009. Pemilik toko, kios, restoran dan café yang berada di area Blok M Plaza tidak diijinkan membuka area untuk merokok.  Pengunjung dan karyawan Blok M Plaza yang hendak merokok, disilakan untuk merokok diluar gedung.

Meski larangan itu sudah jelas dan terpampang dilokasi-lokasi strategis mall, tetapi seringkali dijumpai pengunjung café atau restoran  tetap merokok. “Dan kami tentu tidak bisa gegabah menegurnya,” lanjut Hermawan.

Tak hanya kesulitan mencegah pengunjung untuk tidak merokok di Blok M Plaza, Hermawan mengakui beberapa even terutama entertainment (hiburan)  seperti music hampir-hampir tidak bisa lepas dari sponsor industri rokok. Karena itu dalam beberapa even yang diselenggarakan di area BLOK M Plaza, pengelola masih memberikan ijin panitia mengundang industry rokok sebagai sponsornya.

Dengan syarat, industri  rokok hanya sekedar menjadi sponsor, dan tidak ada kegiatan bagi-bagi rokok atau merokok bersama. “Kita belum bisa benar-benar melarang sponsor rokok. Tetapi ke depan kita akan lakukan pelarangan,” tukas Hermawan.

Penetapan Blok M Plaza sebagai KTR dikatakan Hermawan semata-mata ingin menanamkan budaya pada pengunjung untuk lebih menghargai kesehatan dan keamanan. Sebab rokok tidak hanya merusak kesehatan si perokoknya itu sendiri, tetapi merokok di mall juga sangat berbahaya bagi pengunjung lainnya.

“Mall tanpa asap rokok, pasti lebih nyaman bagi semua orang. Itu yang kami cita-citakan sejak dahulu,” pungkasnya. (inung/d)