Friday, 18 January 2019

Tim Basarnas Kejar Kapal Imigran Gelap

Rabu, 20 Februari 2013 — 0:47 WIB
sarnasimig192

PANDEGLANG (Pos Kota) – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) saat ini tengah mengejar kapal nelayan yang mengangkut 74 imigran gelap di sekitar perairan Pulau Panaitan, Kab. Pandeglang. Diduga puluhan imigran yang berasal dari negara timur tengah akan mencari suaka politik ke Australia melalui Kepulauan Chrismast.

“Tim Basarnas menggunakan Kapal 201 sudah bergerak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kemungkinan kita singgah dulu di Pelabuhan Indah Kiat Merak sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Panaitan,” ujar Ramli, anggota Basarnas menghubungi poskotanews.com, Selasa (19/2) malam.

Menurut Ramli, pihaknya belum dapat merinci identitas ke 74 imigran gelap karena Basarnas baru menindaklanjuti laporan. “Kita belum dapat menjelaskan dari mana imigran itu berasal. Kita hanya menindaklanjuti laporan dari pemerintah Australia bahwa ada kapal nelayan mengangkut 74 imigran berada disekitar Pulau Panaitan,” terang Ramli.

Sebelumnya 12 imigran asal Miyanmar, Bangladesh dan Pakistan diamankan petugas Polsek Munjul. Mereka yang akan mencari suaka politik di Australia ini disergap sesaat tiba di rumah warga Kp Pasir Burung, Kec. Munjul, Kabupaten Pandeglang, Selasa (19/2) siang.

Kapolres Pandeglang, AKBP Tb Ade Hidayat dihubungi poskotanews.com. mengatakan , penyergapan imigran yang diduga akan menyeberang secara gelap ke Australia ini terjadi sekitar pukul 14:00 WIB. Menurut Kapolres, penyergapan berawal dari laporan masyarakat bahwa akan datang warga asing yang akan menyebrang ke Pulau Chrismast.

“Mereka datang menggunakan 2 kendaraan mini bus. Rencananya imigran mau beristirahat sejenak di rumah salah seorang warga sebelum berlayar ke Australia. Tapi kami belum mengetahui kapal yang akan mereka gunakan untuk berlayar,” terang Kapolres.

Dari hasil pendataan ke 12 imigran tersebut terdiri dari 8 warga negara Miyanmar, 3 warga Bangladesh dan 1 warga negara Pakistan. “Untuk proses penyidikan selanjutnya Satgas yang akan menanganinya,” ujar AKBP Ade Hidayat. (haryono)