Friday, 20 September 2019

Merokok Tingkatkan Semangat Kerja, Itu Bohong

Rabu, 27 Februari 2013 — 19:08 WIB
rokok5

JAKARTA (Pos Kota)-Sekolah harus menumbuhkan kesadaran bagi siswanya tidak merokok.
“Ada yang bilang rokok bisa meningkatkan mood, semangat kerja dan berpikir. Itu bohong. Nggak benar,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh, Rabu (27/2).

Menurutnya merokok tak lebih dari kebiasaan. Maka jika seseorang yang sudah terbiasa memulai kerja dengan terlebih dahulu merokok, merasa belum bisa bekerja jika belum menghisap rokok. Tetapi anggapan tersebut tidaklah benar.

Karena itu untuk menumbuhkan kebiasaan baik yakni tidak merokok pada siswa lanjut Nuh, pendidikan sangat penting. Terutama pendidikan yang berlangsung di sekolah dimana siswa melakukan aktivitas pengayaan diri, menanamkan kebiasaan baik dan peningkatan cara berpikir.

Nuh mengingatkan bahaya merokok sudah disadari oleh manusia ribuan tahun lalu. Dalam riwayat Nabi Musa diceritakan bahwa untuk mengindari kanker, ada 10 langkah yang harus dilakukan oleh manusia. Satu dari 10 perintah Nabi Musa tersebut adalah berhenti secepat mungkin dan jangan merokok lagi.“Jadi Nabi Musa sendiri sudah mengingatkan akan bahaya rokok terkait dengan penyakit kanker,” tambah Nuh.

Lebih lanjut Nuh meminta agar sekolah benar-benar melakukan berbagai upaya mencegah siswanya menjadi perokok. Misalnya dengan melakukan sosialisasi akan bahaya rokok secara rutin, melakukan konseling kepada siswa perokok agar segera berhenti merokok dan memberikan sanksi bagi siswa yang ketahuan merokok di sekolah.

Selain itu, Nuh juga berharap agar guru dan karyawan sekolah tidak merokok di lingkungan sekolah. Selain melanggar tata tertib sebagai kawasan tanpa rokok (KTR) yang sudah diterapkan disemua sekolah, merokok dilingkungan sekolah juga menjadi contoh buruk bagi siswa.

“Jadi persoalan rokok ini menjadi tanggungjawab kita semua. Mari kita sama-sama melakukan peran terhadap rokok,” tukas Nuh.

Mendikbud sendiri mengaku sejak kecil hingga menjadi menteri tak sekalipun merokok atau mencoba merokok. “Toh saya bisa berpikir dengan baik, saya bisa sekolah tinggi, bisa jadi menteri tanpa harus merokok,” pungkasnya. (inung)