Kamis, 28 Februari 2013 00:00:09 WIB

Dirjen Cipta Karya Mengaku Bingung PDAM Jaya Terus Merugi

pamrugirus272

JAKARTA (Pos Kota)-Direktur Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Danny Sutjiono mengaku bingung dengan pengelolaan air bersih oleh PDAM di DKI Jakarta. Sebab kendati harga jual airnya sangat tinggi tetapi PDAM-nya sendiri termasuk perusahaan yang tidak sehat.

“PDAM Jaya membeli air dari Perum Jasa Tirta II (Jatiluhur) sangat murah. Mengapa mereka masih minta tarif naik dengan alasan rugi,” katanya, kemarin.

Menurut dia, PDAM Jaya membeli air baku dari Perum Jasa Tirta II sekitar Rp 270 per meter kubik. Kemudian setelah diolah dana yang dikeluarkan menjadi Rp 700 per meter kubik. Dan PDAM menjual air kepada warga rata-rata Rp 7000 per meter kubik.

Berarti PDAM menjual air kepada warga dengan harga 10 kali lipat dari harga produksi. Anehnya PDAM Jaya saat ini tetap saja kondisinya kurang sehat.

“Padahal PDAM di Banjarmasin Kalimantan Selatan yang menjual airnya dengan harga Rp 4000 per meter kubik kondisinya sehat,” kata Danny.

Karena itu Danny berharap Pemda mau lebih memperhatikan kondisi PDAM di wilayahnya. Misalnya, dengan memberi bantuan berupa pemasangan pipa baru bagi perluasan pemasangan jaringan distribusi air.

Namun Danny mengakui tidak sedikit juga kepala daerah yang memanfaatkan PDAM untuk kepentingan politiknya. Misalnya, tidak mau menaikan tarif PDAM kendati terus merugi dengan alasan takut ditinggalkan pendukungnya.

“Apaladi menjelang Pemilukada biasanya kepala daerah tidak mau menaikan tarif air PDAM,” katanya.

Padahal yang dirugikan rakyat juga. Sebab kondisi PDAM yang kurang sehat membuat pelayanan kepada warga menjadi kurang optimal. (faisal)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.