Sunday, 15 September 2019

Didorong Maju Jadi Ketum KONI DKI

Sekda Dijebloskan Ratiyono dan Taufik Yudhi

Kamis, 28 Februari 2013 — 12:13 WIB
koni

JAKARTA (Pos Kota) Bola panas pencalonan ketua umum KONI DKI Jakarta bergulir begitu cepat. Usai pengunduran diri Audy Tambunan sebagai bakal calon Ketum dua hari lalu, kini muncul manuver baru. Sekretaris daerah (Sekda) DKI Jakarta Fadjar Panjaitan diusung untuk maju sebagai calon dan bersaing dengan incumbent Winny Erwindia dan Yudhi Suyoto.

Sebagai pejabat publik, seharusnya Ratiyono yang kini menjabat Kadisorda dan Taufik Yudhi yang menjabat Kadis Pendidikan DKI mengerti bahwa mengusung Fadjar jadi calon Ketum KONI DKI berarti menjebloskan Fadjar ke dalam jurang. Karena pencalonan itu akan menabrak Undang Undang No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).

Ironisnya, pencalonan Fadjar yang mendadak itu konon sudah mendapat restu dari Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi). Namun ini dibantah oleh seorang ketua Pengprov cabor yang mengaku sempat dihubungi oleh kubu Fadjar.

“Tidak mungkin Jokowi mendukung salah satu calon. Jokowi itu orangnya demokratis, tidak akan mencampuri pemilihan ketua umum KONI DKI,” kata seorang Ketua Pengprov cabor yang tidak bersedia ditulis identitasnya.

Selain itu, pencalonan Fadjar juga akan terbentur dengan kriteria yang dibuat Tim 9 Penjaringan Calon Ketum KONI DKI. Salah satu syarat seseorang bisa mencalonkan diri adalah mereka tidak sedang menjabat sebagai pejabat publik. Hal ini mengacu kepada Undang Undang No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) pasal 40.

Selain itu, dukungan yang sudah diberikan kepada seorang calon tertentu tidak bisa ditarik kembali untuk dipindahkan kepada calon lain. Bila ini terjadi, maka suara tersebut akan menjadi gugur.

Menurut seorang anggota Tim 9, bila Fadjar akan tetap maju sebagai calon ia harus sudah tidak menjabat sebagai pejabat publik.

(bu)