Asli Jatipadang, Jakarta

Istri Kedua Djoko Susilo Miliki Salon dan Restoran

Sabtu, 2 Maret 2013
ilusistri

JAKARTA (Pos Kota) – Identitas Irjen Pol Djoko Susilo sebagai pejabat Polri rupanya belum banyak diketahui oleh saudara maupun tetangga Mahdiana, yang disebut-sebut istri ketiga tersangka dugaan korupsi Simulator SIM itu. Orang-orang terdekat Mahdiana mengaku hanya kenal Djoko sebagai suami dari perempuan yang dibesarkan di wilayah Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jaksel tersebut.

Kondisi itu agaknya wajar lantaran saat menikah Djoko mengaku sebagai jejaka dan berprofesi sebagai pekerja swasta. Hal ini terkuak dari disitanya dokumen pernikahan mantan Kepala Korlantas Polri tersebut oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasar Minggu, Jaksel, Kamis (21/1).

“Status saat itu untuk Djoko Susilo, swasta dan perjaka. Sedangkan untuk Mahdiana, swasta dan belum menikah,” kata staf Tata Usaha KUA Kecamatan Pasar Minggu, Suprapto saat ditemui Pos Kota di kantornya, di Jalan Kebagusan Raya Nomor 52, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jaksel, Jumat (1/3).

Akad nikah jenderal berbintang dua dengan Mahdiana berlangsung 27 Mei 2001 dengan nomor akta nikah 818/129/V/2001 Senin tanggal 14 Mei 2001. Surat pengajuan nikah, kata Suprapto dikirim dari Kelurahan Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat. “Dalam dokumen nikah menggunakan nama Drs. Djoko Susilo dengan Mahdiana, SE,” paparnya.

Ini merupakan data pernikahan ketiga Djoko Susilo. Setelah sebelumnya, diketahui menikahi Putri Solo 2008, Dipta Anindita di KUA Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Desember 2008. Dirunut dari tanggal pernikahan, Dipta diduga merupakan istri ketiga. Djoko juga tercatat menikahi Suratmi di Madiun, Jawa Timur,

Suratmi yang juga merupakan teman kecil Djoko di Madiun, Jawa Timur, diduga merupakan istri pertama. Karena pada 21 Mei 2001, Djoko Susilo menikahi Mahdiana.

Dari pernikahannya dengan Mahdiana, Djoko diketahui punya dua orang anak dan bertempat tinggal di Jl. H. Sa’abun No. 21 RT 009/05 No. 21, Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu. Hal ini diungkapkan Kasatpel Dukcapil Kelurahan Jatipadang, Nawawi.

“Ya, Kartu Keluarganya menunjukkan Djoko Susilo dan Mahdiana merupakan warga Jatipadang yang tinggal di RT 009/05. Kayaknya di kartu itu tertera mereka punya dua orang anak,” kata Nawawi saat ditemui Pos Kota di kantor Kelurahan Jatipadang, Jumat (1/3) sore. Namun, Nawawi tidak bisa menjelaskan lebih detail dengan alasan, semua berkas kartu keluarga Djoko dengan Mahdiana sudah dibawa oleh penyidik KPK.

Penelusuran Pos Kota, rumah di Jalan H. Sa’abun No. 21 RT 009/05 Jatipadang, Pasar Minggu, rupanya sudah lama tidak ditempati Mahdiana. Ketua RT setempat, Agus, menyebutkan, rumah itu sebenarnya merupakan rumah kedua orangtua Mahdiana, yakni H. Mahmud dan Ipah. H. Mahmud sendiri merupakan pensiunan PNS di PD Pasar Jaya.

“Dian (Mahdiana) memang warga sini. Dia lahir dan dibesarkan di sini. Bapaknya asli orang Jakarta dan ibunya orang Tegal. Tapi semenjak menikah, Dian tidak lagi tinggal di sini. Kedua orangtuanya juga diajak pindah. Enggak tahu sekarang mereka tinggal di mana” kata Agus yang juga sepupu Mahdiana.

Menurut Agus, rumah berlantai dua dan berpagar hijau itu sejak dua tahun lalu disewakan ke PT Digicom, perusahaan penerbitan majalah. Praktis, Mahdiana bersama kedua orang tuanya dan kedua adiknya sudah tidak lagi berdomisili di sana.

Agus sendiri mengaku sudah lama putus kontak dengan Mahdiana. Bahkan, ia mengaku tidak kenal dengan Djoko Susilo, pria yang dinikahi Mahdiana. “Malah baru tahu sekarang dari pemberitaan di media. Karena saat mereka menikah saya tidak datang. Sejak mereka menikah, kami pun hanya sekali bertemu, itu pun di pinggir jalan.”

Meski demikian, Agus mengetahui, bahwa Mahdiana dan keluarganya sudah bergelimang harta. Mahdiana, kata Agus, punya banyak usaha. Di antaranya mengelola restoran dan salon di Jalan Taman Margasatwa Ragunan, Jatipadang, Pasar Minggu, Jaksel.

Saat Pos Kota bertandang ke salon bernama CLA , petugas salon pun membenarkan bahwa majikannya Mahdiana. “Tapi Ibu jarang ke sini. Pak Djoko juga nggak pernah datang. Saya malah tahu dari televisi,” jelas seorang staf salon itu.

Salon itu terletak di kawasan ramai. Salon cukup asri dan mentereng dengan halaman parkir yang luas. Tambah lagi ada rumah makan di salon itu. “Ibu terakhir ke sini sehabis lebaran. Saat ulang tahun salon,” jelas staf yang enggan disebutkan namanya.

Djoko Susilo sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus simulator SIM sekaligus kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait simulator SIM. Hingga kini KPK terus mendalami kasus tersebut, termasuk menyita sejumlah aset yang diduga milik mantan Gubernur Akademi Polisi tersebut.

DIPTA ANINDITIA

Selain itu, komisi pimpinan Abraham Samad ini juga memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk istri ketiga Djoko yaitu Dipta Anindita. Wanita yang pernah menjadi Puteri Solo 2008 ini bahkan telah dicegah berpergian ke luar negeri dan aset atas namanya juga disita. Diantaranya: tanah 877 meter persegi di Jalan Sam Ratulangi, Solo dan tanah 1.180 meter persegi di Jebres, Solo. Untuk Suratmi dan Mahdina, belum ada keterangan apa saja aset atas nama kedua wanita itu yang telah disita.

Pemeriksaan terhadap Dipta Anindita berlanjut, Jumat (1/3). Mengenakan blus kuning dan kerudung serta rok panjang ungu ia muncul di gedung KPK, sekitar pukul 10:00. Sayangnya, seperti biasa Dipta tak mau berbicara. Hanya senyum yang keluar dari bibirnya. Dipta diperiksa sebagai saksi bersama Kapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Wahyu Indra, Purnawiran Polri Rismawan, seorang PNS Halijah dan pemilik PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) yang juga tersangka simulator SIM Budi Susanto.

Selain pemeriksaan, KPK juga telah menggeledah sebuah rumah di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, dan satu kantor di Jakarta Pusat terkait kasus dugaan suap pengadaan simulator SIM, Kamis (28/2). Menurut juru bicara KPK, Johan Budi, tidak ada barang yang disita dalam penggeledahan itu.

Rumah dan kantor yang digeledah adalah milik seorang saksi. Namun Johan tidak bersedia menyebutkan nama saksi tersebut. Dalam kasus TPPU ini, kata Johan, KPK juga sudah menyita 11 rumah yang diduga milik Djoko Susilo.

Terkait penggeledahan tersebut, KPK ingin mendapatkan bukti yang berkaitan erat dengan kasus yang ditanganinya itu. Hal itu termasuk terkait dengan dokumen yang dapat memperjelas penyidikan kasus itu. (yulian)

TEKS : Salon dan restoran CLA milik Mahdiana, isteri kedua Djoko Susilo, di Jl. Taman Margasatwa Ragunan, Jatipadang, Pasar Minggu, Jaksel. (yulian)

Terbaru
Terpopuler
Internasional
Turnamen Prancis Terbuka Super Series
Tommy Kantongi Tiket Perempat Final
Jumat, 24 Oktober 2014
Raket
Bawa KTP, KK dan Akta Lahir
Imigrasi Jakut Ciduk Dua WNA Urus Paspor Indonesia
Jumat, 24 Oktober 2014
Peristiwa
Putaran Perdana di Masjid Al Falah
Walikota Jaktim Kembali Gelar Safari Jumat
Jumat, 24 Oktober 2014
Jakarta
14 Tahun Dikuasai Pihak Lain
Camat Pesanggrahan Berhasil Kembalikan Gudang Obat Puskesmas
Jumat, 24 Oktober 2014
Jakarta
Kepala BNN Turun ke Sumut Dapat Apresiasi
Anggota DPD Minta Bandar Narkoba Dihukum Gantung
Jumat, 24 Oktober 2014
Narkoba
Liga Italia
Moratti Mundur, Inter Gagal Menang Lagi
Jumat, 24 Oktober 2014
Bola
Mobil Tabrak Pohon di Jalan Sepi
Sopir Honda Jazz Tewas Ternyata Mahasiswa
Jumat, 24 Oktober 2014
Peristiwa
Liga Spanyol
Real Madrid Diprediksi Menangkan El Clasico
Jumat, 24 Oktober 2014
Bola
Polresta Depok Gelar Apel
Pengamanan Operasi Mantap Brata Jaya Ditutup
Jumat, 24 Oktober 2014
Peristiwa

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.