Selasa, 5 Maret 2013 22:47:14 WIB

Revitalisasi Terminal Baranangsiang Terancam Molor

Terminal Baranangsiang-n

BOGOR (Pos Kota) – Rencana revitalisasi Terminal Baranangsiang, Kota Bogor   terancam molor. Hingga kini DLLAJ Kota Bogor belum menentukan lahan  buat terminal sementara, padahal tahun ini juga terminal terbesar di Bogor tersebut akan dirobohkan dan dibangun kembali.

Kepala Terminal Baranangsiang Empar Suparta mengatakan, saat  ini sekitar 600 bus kelur masuk  di Terminal Baranangsiang.  Sebanyak 400  bus di antaranya, bus antarkota antarprovinsi (AKAP), dan sisanya bus antarkota dalam provinsi (AKDP).

“Sudah kita rencanakan dua lokasi sebagai terminal sementara, yakni  lahan pemkot seluas 6.000 meter persegi sewa di Kelurahan Sindangsari dan Terminal Bubulak,” katanya, Selasa.

Dengan pengalihan tersebut, lanjutnya, maka pelayanan trayek terbagi dua. Untuk trayek ke arah barat, seperti Jakarta, Bekasi dan Tangerang di Terminal Bubulak. Sedangkan layanan trayek ke Bandung, Cianjur dan Sukabumi di Kleurahan Sindangsari.

Rencananya, seluruh bus ini ditampung di dua lokasi ini. “Tapi saat kita kumpulkan pengusaha bus, belum ada titik temu,” tambahnya. Menurutya, Terminal Baranangsiang  bakal direhab total. Artinya, sementara waktu terminal bakal dihentikan, hingga batas pengerjaan proyek selesai yang diperkirakan selama dua tahun.

“Kondisi terminal saat ini sudah tak layak pakai, Makanya kita bongkar total lalu dibangun dengan dua lantai. Lantai pertama buat parkir bus dan di lantai II sebagai pusat perbelanjaan atau jajanan,” ucapnya.

Rencana revitalisai terminal ini didukung sejumlah awak bus. “Sudah waktunya terminial ini direhab total. Sudah tak layak dijadikan terminal. Apalagi kalau malam hari, beberpa lampu penerang sudah tak berfungsi, begitupula banyak kios di lantai II kini kosong dijadikan tempat menginap gelandangan dan orang gila,” ucap Yayan, sopir bus Bandung-Bogor.

Sebaliknya para pedagang meminta Pemkot memperhatikan nasib mereka. “Kita dukung rencana itu, tapi bagiamana dengan nasib kami yang mengandalkan berdagang di terminal ini?” ucap seorang pedagang makanan dan minuman.  (iwan/d)

Teks gambar;  Terminal Baranangsiang bakal direnovasi total, tapi pemkot dan persuhana bus belum sepkat  mencari lahan terminal sementara. (iwan)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.