Rabu, 6 Maret 2013 21:41:57 WIB

Terdakwa Gratifikasi Rp.16 M, Mangkir Pemeriksaan

Koruptor Tikus-n

BANDUNG (Pos Kota)  –Mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor Helmi Gustian, terdakwa kasus dugaan korupsi dan gratifikasi Rp 16 miliar mangkir sidang perdana di pengadilan Tipikor Bandung, Rabu.

Helmi yang kini menjabat  staf ahli Bupati Bogor  Rachmat Yasin, urung duduk di kursi panas untuk mendengarkan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum dengan alasan terserang vertigo.

Dalam kasus tersebut terdakwa  Helmi terjerat pasal 12 huruf e UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terdakwa diduga melakukan   tindakan pemerasan dalam kasus proyek yang ada di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor senilai Rp16 Miliar.

Terdakwa terancaman hukuman 20 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Kepada  majelis hakim,  Apriliyana, Jaksa penuntut umum, menjelaskan, berdasarkan informasi dari kuasa hukum, terdakwa, tidak bisa hadir lantaran sakit.

“ Terdakwa tidak hadir  sakit. Kuasa hukum  sudah melampirkan surat keterangannya,” ujar dia.

Majelis Hakim yang dipimpin. Gusti Ngurah Arthanaya, mengundurkan pambacaan dakwaan.. “Kami harus tunda pembacaan  karena terdakwa sakit dan sidang akan kembali dilanjutkan 18 Maret,” ujar Arthanaya sambil mengetuk palu.

Ade Abidin, Kuasa hukum terdakwa, menerangkan,  kliennya  tengah dirawat rumah sakit di Bogor.  “ Pak Helmi  sakit vertigo dan urat kejepit. Hadir atau tidaknya dalam sidang nanti tergantung catatan dokter,“ katanya.

Diberitakan, 15 April 2012, petugas Direskrimsus Subbid Tipikor Polda Jawa Barat melakukan penggeledahan di Kantor DBMP Kabupaten Bogor.

Petugas menemukan  barang bukti uang suap senilai Rp16 miliar diduga  dari para pengusaha untuk diberikan kepada   para pejabat teras di Pemda sebagai fee proyek  yang  sudah berlangsung sejak tahun anggaran  2011.

Terkait kasus ini, Polda Jabar sudah mengantongi lebih dari 50 nama-nama  kontraktor yang diduga memberikan fee untuk mendapatkan proyek. (Dono/d)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.