Tuesday, 25 June 2019

R.I Hilang Dari Peta Dunia?

Kamis, 7 Maret 2013 — 11:24 WIB

TIADA henti-hentinya indonesia terkena musibah, baik bencana alam maupun bencana akhlak dan moral. Sehingga dari segi spiritual timbul pertanyaan, ada apa dengan Indonesia? Padahal Indonesia merupakan suatu kekuatan yang tidak bisa di abaikan begitu saja. Mengingat Indonesia ada dalam wilayah yang subur dan makmur. Bahkan dikatakan sebagai “sepotong surga di katulistiwa”. Dimana Indonesia diapit oleh dua benua besar yaitu Asia dan Australia, diapit oleh Lautan India dan Lautan Pasifik.

Tetapi mengapa Indonesia bertubi-tubi mendapat bencana dan bahaya yang kita lihat dewasa ini. Bencana alam terus menerus menimpa, berbagai wilayah terkena banjir, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, angin kencang, ombak besar dan lain-lain. Sedangkan bencana moral dan akhlak banyak dilakukan, antara lain: korupsi dimana-mana, baik di Lembaga Legislatif, Eksekutif, maupun Yudikatif. Yang paling menyedihkan adalah di Legislatif, dimana semua lini di DPR terjadi krisis ahklak. Demikian juga di Eksekutif, rata-rata hampir semua kepala daerah menjadi sorotan KPK. Di Yudikatif bencana moral dan akhlak lainnya adalah Indonesia dijadikan tempat untuk berkembangnya narkoba. Baik dimanfaatkan oleh orang-orang yang menjadi bandar narkoba maupun pejabat-pejabat yang mau dijadikan umpan untuk narkoba.

Di lain pihak, Parpol-Parpol tidak ketinggalan juga, hampir semua Parpol mengalami bencana moral dan akhlak, baik korupsi maupun hal-hal yang menyangkut keimanan dan ketaqwaannya. Mereka tidak peduli dengan rakyat miskin yang ada di papan bawah.
Berita-berita mengenai perampokan dan kriminalitas ada dimana-mana. Hanya karena masalah ekonomi mereka merampok dan berbuat “asosial”, karena “perut tidak bisa menunggu”/”stomach can’t wait” dan sebab-sebab lainnya. Begitu pula dengan banyak pejabat di eksekutif dan yudikatif yang kini tidak peduli dengan makin banyaknya hutang kita ke luar negeri. Sejak reformasi bergulir hutang kita bertambah terus, tidak berkurang. Dan dewasa ini menurut catatan hutang Indonesia di luar negeri sekitar 2000 trilyun rupiah. Secara matematis kalau dihitung, bayi yang masih di kandungan sudah di gadaikan untuk hutang sebanyak 50 juta rupiah. Belum lagi Indonesia terkenal sebagai negara yang rakyatnya meninggal 163 per hari serta 5 juta orang terkena narkoba, dan terbanyak adalah remaja.

Itu semua karena kebijakan yang tidak jelas, baik kebijakan bidang ekonomi, masalah kebijakan hukum yang belum tegak, dimana kasus-kasus yang menyangkut Bank Century dan Hambalang yang semakin kabur. Untuk itu Lembaga KPK ditunggu “ketegasannya”.

Hal itu semua menunjukkan bahwa Indonesia dijuluki sebagai negara terkorup di dunia. Padahal pada Tahun 1998 Indonesia diharapkan menjadi “macan di Asia”. Tetapi sekarang malah menjadi “macan ompong atau macan kertas”.
Masyarakat memikirkan masalah tersebut, hingga akhirnya ada upaya untuk menyelamatkan Negara Kesatuan Republik indonesia (NKRI) dan ideologi Pancasila sebagai negara yang berwawasan kebangsaan. Masyarakat luas mengetahui bahwa bencana alam dan bencana yang menimpa akhlak dan moral bangsa Indonesia itu disebabkan oleh perilaku banyak pejabat dari atas sampai kebawah yang menyimpang.

Ada masyarakat yang berpikir, jika tidak segera diperbaiki, maka Indonesia akan “hilang dari peta bumi Internasional”. Marilah kita bersama-sama kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi dan NKRI, agar tidak pecahh belah. Bhineka Tunggal Ika tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan. Demikian juga Pancasila sebagai ideologi negara tetap kita tegakkan. Jika Indonesia hilang dari peta dunia internasional, maka disitulah terjadi hilangnya nilai-nilai luhur yang begitu tinggi. Dan pengorbanan para pendiri bangsa dan para pejuang serta para pahlawan yang telah mengorbankan harta dan jiwanya untuk kemerdekaan kita, dan hilangnya masa depan generasi bangsa.

Jika kita merujuk kepada ajaran budi pekerti, bangsa kita masih mampu dan relevan dengan perjuangan kita untuk masa depan. Agar Indonesia tidak hilang dari peta bumi internasional.*

  • dedinur

    Negara Indonesia urutan Ke 3 Rangking korupsi di dunia saat ini. Perlu kita benahi ahlak dan moral. (Ada uang BABE bebasin, Gak ada uang BABE hukum). contoh bagi kita semua.

  • Setia

    Kesombongan mayoritas terhadap minoritas juga berpengaruh tergadap hukum karma.Cobalah dicermati.Jangan sok paling benar,paling suci,paling benar.Alam akan berbicara dengan caranya sendiri.

  • agus

    salah memilih yaitu :
    1. salah memilih partai
    2. salah memilih presiden
    3. salah memilih Gubernur
    4. salah memilih Bupati / Walikota
    5. semua salah memilih,,kenapa lahir di Indonesia.

  • surghani

    TAK PERLU SALAHIN SIAPA2. SEJAK ZAMAN VOC BEGAWAN2 WARGA MELAYU LEBIH SPECIAL MEMILIH JURUS TERIMA UPETI MERANGKAP MAKELAR. KLW TABIAT ITU MASIH ADA, YANG SALAH KLW DI CARI KAMBING HITAM YA PENJAJAH BELANDA. HARGA BERAS SEBENGGOL DI BILANG ZAMAN NORMAL OLEH BUYUT2 KITA DAHULU.

  • sseffendy@gmail.com

    KUNCI SOLUSI NYA : SEJAUHMANA JURAGAN2 POLITIK MELAKSANAKAN KEJUJURAN, DAN SALING MENGHORMATI. SELAMA PETUNJUK TUHAN TIDAK DIAMALKAN/DI LANGGAR; APALAGI PANCASILA DSBNYA YANG CUMA BIKINAN MANUSIA.. DAN TERBUKTI DGN 70 TAHUN BERPANCASILA , RAKYAT NKRI TETAP MEMBLE. JURAGAN2 POLITIK BERPESTA PORA. BERADU ARGUMEN. OTOT2AN. EYEL2AN. AKAL2AN DEBAT KUSIR.POKROL2AN. POKROL BAMBU.MENYELAMATKAN DIRI DAN KELUARGANYA MASING2.