Saturday, 22 September 2018

Rokok Harus Dilarang Sponsori Olahraga dan Senin

Kamis, 7 Maret 2013 — 0:43 WIB
kokrok63

JAKARTA (Pos Kota)- Pemerintah harus tegas melarang sponsorship industri rokok dalam berbagai kegiatan. Tidak hanya yang sifatnya bersentuhan dengan kesehatan dan pendidikan tetapi juga melarang untuk kegiatan kesenian dan olahraga.

“Musik dan olahraga masih sangat kental dengan sponsorship industry rokok. Padahal dua kegiatan tersebut cukup banyak penggemarnya,” ujar Kencana, pengurus Gerakan Perempuan Anti Kekerasan (Gepak), Rabu (6/3).

Kencana menilai apalah artinya menyelenggarakan even olahraga secara besar-besaran jika sponsorship yang terpampang di sekitar lapangan olahraga adalah rokok. Sebab itu artinya menggelorakan semangat olahraga tetapi disatu sisi ada ajakan untuk tetap merokok.

Senada dengan Kencana, ketua Kaukus Kesehatan, DPR RI Soemarjati Arjoso mengatakan terpuruknya prestasi olahraga kita utamanya sepakbola tak lepas dari rokok. Sebab banyak remaja yang merokok sejak usia dini sehingga mereka tidak memiliki kemampuan fisik yang mumpuni.

“Pada 20 menit pertama, fisik dan pernafasan masih bagus, masih kuat. Tetapi setelah 20 menit selanjutnya, nafas sudah terengah-engah. Itu karena paru-paru sudah rusak akibat rokok,” jelas Soemarjati.

Karena itu, pelarangan industri rokok menjadi sponsorship kegiatan, harus dilakukan secara total. Semua jenis kegiatan mulai dari kesehatan, budaya, aksi social, pendidikan, kesenian dan olahraga tidak boleh dibiayai oleh industry rokok.

Soemarjati menegaskan selama PP No 19 tahun 2012 masih ada perkecualian, maka akan sulit melakukan gerakan anti rokok. Pemerintah akan kesulitan untuk menurunkan jumlah perokok di Indonesia.

“Kita masih memiliki waktu 10 bulan untuk mengimplementasikan PP tersebut. Pemerintah harus segera menerbitkan aturan turunan yang sifatnya semakin mempersempit ruang gerak industry rokok untuk mencari korban-korban barunya,” pungkas Sumarjati. (inung)