Jumat, 8 Maret 2013 06:48:35 WIB

Benget Situmorang Masih Galau

Benget Situmorang02n

JATINEGARA (Pos Kota) – Galau, itulah ucapan  Benget Situmorang alias Inpus, 36. Dia mengaku pikirannya saat ini sedang kacau dan tidak stabil untuk berfikir karena seharian belum minum tuak, sehingga setiap ditanya selalu menjawab “nggak tahu” dan pikirannya galau.

Hal itu diungkapkan oleh Banget Situmorang alias Infus, saat ditemui di Polres Jakarta Timur, Kamis (7/3) malam. “Pikiran saya saat ini sedang kacau, galau. Saya juga nggak stabil untuk berfikir,”katanya.

Pria yang ditangkap petugas karena memutilasi pasangan kumpul kebonya Darna Sri Astuti (33), dihadapan penyidik. Pelaku setiap ditanya selain galau dan pusing juga menjawab kalau istrinya selingkuh, tapi dirinya tidak tahu dengan siapa. “Istri saya selingkuh, tapi saya tidak tau dengan siapa  nggak mau ngaku, makanya saya bunuh,”kata Inpus.

Sedangkan Tini, teman dekat sekaligus pacarnya, mengaku, dirinya memang kenal dengan Inpus sejak enam bulan lalu. Saat itu dirinya berjualan jamu di terminal Kampung Ramburan Inpus sendiri merupakan pelanggan setianya. Karena hampir setiap hari selalu belanja dan membeli jamu miliknya akhirnya dua-duanya menaruh hati.

Berawal dari situlah akhirnya keduanya berhubungan dekat. “Istri bang Inpus, Tuti sebenar tahu kalau saya selingkuh dengan suaminya. Dan bang Inpus juga tahu kalau saya juga punya suami dan anak dua, tapi kami tetap
berhubungan,”kata Tini.

Ditambahkan oleh Tini memang dirinya membantuin Inpus mengambil golok dan pisau sebelum kejadian itu. Selain itu dirinya juga beli plastik yang digunakan untuk memasukkan tubuh korban yang sudah terpotong-potong. Namun, dirinya tidak mengetahui kalau plastik itu akan digunakan untuk membungkus potongan tubuh Tuti.

Bahkan dirinya dia juga ikut mengangkat  plastik ke angkot, namun cium bau tidak enak, tapi dirinya  tidak berani tanya. “Saat itu saya baru tahu kalau itu mayat orang karena  saya melihat ada kaki. Saya sempat bertanya, ‘kok ini ada kaki bang’ tapi bang Inpus malah membentak saya, ‘Sudah buang aja’,”kata Tini.

Karena takut dimarahi, akhirnya  diam saja dan tetap menuruti apa yang diminta oleh Inpus. Setelah potongan tubuh korban dimasukkan kedalam angkot, Tini langsung diajak naik dan membuang korban di tol Jakarta-Cikampek.

Setelah jasad korban itu dibuang kata Tini, dirinya dan Inpus kemudian ke daerah Cilengsi ke adik tiri Inpus sampai siang. Sore harinya pulang ke rumah, lalu ke pasar untuk belanja sekaligus membayar sewa angkot Rp 250 ribu.

Dikatakan oleh Tini, selama perjalanan membuang mayat, kabur ke Cilengsi dan balik lagi Inpus terus  minuman tuak. “Katanya satu jam nggak minum tuak, abang jadi galau.  Makanya sepanjang perjalanan terus minum dan minum,”ungkapnya.

Diungkapkan oleh Tini, dirinya langsung sedih, kasihan, kaget dan deng-degan begitu tahu kalau Tuti, dicincang oleh Inpus.  Tapi dia tak berani menunjukan kepada Inpus karena dirinya  sangat menghormati. “Dia (Inpus) sudah saya anggap abang sebagai kakak sendiri,”katanya.

Ketika ditanya apakah Tini punya suami dan anak, dia mengakui saat ini dirinya sudah memiliki suami dan anak yang pertama umur  17 th dan 5 th. Tapi keluarganya itu semuanya di Karanganyar, Jawa Tengah. Sebelum kenal dengan Inpus memang dirinya setiap satu bulan sekali pulang, tapi lima bulan terakhir ini setelah dirinya tinggal satu rumah dengan Inpus belum pernah pulang kampung. (Wandi/d)

 

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.