Warga caci-maki pembunuh istri

Hukum Mati Pembantai Istri

Jumat, 8 Maret 2013
ilushukum

CIRACAS (Pos Kota) – Tersangka pembunuh sadis yang memotong-motong istrinya, Benget Situmorang, disambut teriakan dan caci-maki warga saat rekonstruksi di rumahnya, Jl Bungur Raya, Kampung Rambutan, Jaktim, Kamis (7/3) siang. Dikawal ketat puluhan polisi, ia dibawa masuk ke rumah tempat eksekusi.

Ratusan warga bersorak ‘Wuuu…..’ saat Benget dan Tini, perempuan yang membantunya membuang mayat Darna Sri Astuti, turun dari mobil polisi. “Hei..buka topi elu..jangan nunduk,” teriak warga lainnya. Sumpah serapah keluar dari mulut warga yang kebanyakan kaum ibu.

“Jangan balik lagi lu pembunuh! Bikin kotor kampung aja. Sana minggat,” teriak satu ibu. ‘Hukum mati aja untuk pembunuh sadis,” sahut ibu lainnya. Polisi pun meningkatkan penjagaan dan melarang warga melewati police line.

Benget, 36, dan Tini, 40, menjalani 56 reka ulang di dalam rumah yang juga dijadikan warung soto dan tuak, serta di jalan tol. Dalam rekonstruksi terungkap, Tini ternyata membantu Benget membunuh. Dia yang mengambilkan golok untuk memotong-motong tubuh Tuti, istri Benget, di kamar.

REKONSTRUKSI DI TOL

Menurut Kapolsek Ciracas,  Kompol Senen,  56 adegan rekonstruksi dilakukan di rumah tersangka untuk melengkapi BAP. “Untuk 36 di tempat soto dan 20 di tol tempat mayat dibuang,,” kata kapolsek.

Kapolsek menambahkan, Benget dikenal warga sering bermasalah dengan mengedar minuman-minuman kerastuak sebelum berjualan soto ayam dua bulan lalu.    “Benget sering kami gerebek karena jualan tuak, dan diamankan barang buktinya ke Pospol Kampung Rambutan,” kata Kompol Senen.

MENGAKU GALAU

Seementara itu  Benget Situmorang alias Impus, mengaku saat membunuh pikirannya kacau dan labil karena seharian belum minum tuak. Makanya ia naik darah begitu mendengar istrinya selingkuh. Padahal dia sendiri juga diduga selingkuh dengan Tini.

“Saya tidak tahu dengan siapa  karena dia nggak ngaku, makanya saya bunuh,” kata Inpus.

Sedangkan Tini, pembantu yang juga dipacarinya,  mengaku tidak tahu Benget membunuh istrinya. Ia memang membantu membeli plastik besar dan tali, tapi tidak tahu bila untuk membungkus mayat Tuti.

Tini mengatakan ia kenal Benget enam bulan lalu saat berjualan jamu di terminal. “Istri bang Impus, sebenar tahu kalau saya selingkuh dengan suaminya. Bang Impus juga tahu kalau saya punya suami dan anak,” kata Tini.

Kini setelah masuk penjara, dia baru memikirkan suami dan anak pertamanya yang sudah 17 tahun serta si bungsu yang baru 5 tahun. Sebelum kenal Impus, tiap bulan dia pulang kampung di Sukoharjo, Jawa Tengah. Tapi sejak kenal Impus, sudah 5 bulan dia tidak pulang. “Sekarang saya menyesal,” ucap Tini.

LAPORAN WARGA

Diberitakan sebelumnya, Benget dan Tini ditangkap 36 jam setelah penemuan mayat wanita dipotong 7 yang berceceran di Tol Jakarta-Cikampek Km 0.200 hingga Km 0.800. Korban adalah Darna Sri Astuti, istri Benget. (Pos Kota, Kamis 7/3).

Cepatnya kasu ini terungkap tak lepas dari kepedulian warga yang curiga melihat pelaku membuang benda mencurigakan di tol. Kedua pengendara itu, Juhadi dan Jusuf Ependy, melihat saat Impus dan Tini membuang potongan tubuh korban beberapa kali. Bahkan keduanya sempat menyusul angkot Benget dan mengingatkan ada barang yang jatuh. Tapi pengemudi angkot tak peduli.

Keduanya lalu mencatat plat angkot T03 itu. Mereka baru melapor ke polisi setelah ramai pemberitaan penemuan korban mutilasi di tol. “Kepedualian dan peran serta warga sangat membantu polisi. Kami sangat berharap warga tetap peduli dengan adanya hal-hal yang mencurigakan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto. (wandi/M1/us/ird)

Terbaru
Terpopuler
Jakarta
Korban Kecelakaan KA di Cirebon
Isak Tangis Sambut Dua Jenazah Anggota Polres
Kamis, 23 Oktober 2014
Peristiwa
KIH Belum Serahkan Nama
Pemilihan Pimpinan Alat Kelengkapan DPR Buntu
Kamis, 23 Oktober 2014
Politik
Gasak Motor di Kelapa Gading
Komplotan Curanmor Ditembak, Senpi Rakitan Disita
Kamis, 23 Oktober 2014
Perampokan dan Pencurian
Kicauan Denny JA Dalam Akun Twitter
Tim Sukses Sindir Jokowi Lambat Umumkan Kabinet
Kamis, 23 Oktober 2014
Politik
Ketigakalinya Demo ke Balaikota
Massa Buruh Minta Ahok Jangan Gegabah
Kamis, 23 Oktober 2014
Jakarta
Setinggu Dua Meter
Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Tumpukan Sampah
Kamis, 23 Oktober 2014
Jakarta
Berada di Atas Lahan Pengairan
25 Bangunan Liar di Kalimalang Bekasi, Dibongkar
Kamis, 23 Oktober 2014
Bekasi
Polisi Kejar Pelaku
Baru Sehari Bekerja, Pembantu Gasak Perhiasan Majikan di Menteng
Kamis, 23 Oktober 2014
Perampokan dan Pencurian
Murid SD Dapat Paket Olahan Sudin Nakkan
`Asyik, Kami Dapat Makan Gratis…`
Kamis, 23 Oktober 2014
Jakarta

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.