Thursday, 20 September 2018

Kewalahan Tangani Pasien KJS

Pemprov DKI Minta Tambahan Tenaga Medis

Sabtu, 9 Maret 2013 — 0:35 WIB
iluspasien

JAKARTA (Pos Kota) – Animo warga meminta pelayanan kesehatan sejak digulirkannya Kartu Jakarta Sehat (KJS) sangat tinggi. Tak jarang dokter kewalahan menangani pasien, sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merengek kepada Menteri PAN dan RB menambah tenaga medis di puskesmas.

“Saya telah bersurat kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) minta tambahan tenaga medis sebanyak 110 orang,” ujar Gubernur Jokowi, di Balaikota, Jumat (8/3).

Sejak diberlakukan KJS, pasien yang meminta pelayanan kesehatan melonjak hingga 70 persen. “Ini yang menjadi dasar kami meminta tambahan tenaga medis,” sambungnya.

PUSKESMAS
DIPERBAIKI

Bukan hanya itu, mengakomodir kebutuhan warga, perbaikan fasilitas di puskesmas yang ada di Jakarta juga bakal dilakukan. Selain itu, sistem rujukan juga akan diperbaiki, sehingga pasien yang bisa ditangani di puskesmas tidak perlu dikirim ke rumah sakit.
Jokowi bahkan akan memperbanyak puskesmas yang memiliki layanan 24 jam. Pihaknya kini tengah mencari sistem rujukan paling tepat yang bisa diterapkan untuk menunjang program KJS.

Kendati demikian, Jokowi memperkirakan lonjakan pasien di puskesmas maupun rumah sakit tidak akan berlangsung lama. Sebab tidak selamanya warga akan sakit.

10 PUSKESMAS

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, mengatakan pada tahun ini akan ada 10 puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas rawat inap.

Saat ini, di Jakarta terdapat 340 puskesmas yang terdiri dari 296 puskesmas kelurahan dan 44 puskesmas kecamatan. Dari jumlah tersebut 12 puskesmas kecamatan yang telah memiliki fasilitas rawat inap 24 jam. “Tahun ini ada 10 puskesmas yang ditingkatkan jadi 24 jam,” katanya. (guruh/st/o)