Saturday, 22 September 2018

Perkebunan Kelapa Sawit Wajib Miliki Sertifikat ISPO

Sabtu, 9 Maret 2013 — 9:50 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota)-Indonesia mulai menerapkan pembangunan pertanian berkelanjutan. Karena itu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang tidak melakukan sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainble Palm Oil) sampai 2014 akan dikenai sanksi.

“Adanya sertifikasi ISPO menjadi bukti nyata bahwa pengembangan kelapa sawit di Indonesia mengikuti kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan,” kata Menteri Pertanian Suswono usai menyerahkan sertifikat kepada 10 perusahan perkebunan kelapa sawit pertama yang mendapatkan ISPO.

Menurut Mentan, pemberlakuan ISPO terhadap produk kelapa sawit ini merupakan komitmen pemerintah Indonesia terhadap lingkungan.

Berbeda dengan sertifikasi RSPO yang bersifat voluntari dan untuk memenuhi permintaan pasar, sedangkan ISPO bersifat mandatory atau kewajiban.

Karena bersifat wajib, maka akan ada sanksi bagi perusahaan yang tidak melakukan sertifikasi ISPO. Pemerintah harus bekerja keras apabila ingin memberlakukan sertifikasi tersebut pada 2014. Sebab total luas perkebunan yang sudah mendapatkan sertifikasi ISPO baru mencapai 200.000 hektare. Sementara total luas lahan kelapa sawit di Indonesia sekitar 8,9 juta hektar.

Sementara itu Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir mengatakan, sanksi yang bakal diberikan terhadap perusahaan yang tidak memiliki ISPO masih digodok oleh pemerintah. Salah satu opsinya dengan mencabut usaha perkebunan.

Namun pada akhirnya penerapan sanksi tergantung pelanggaran yang dilakukan. Namun yang jelas mereka akan diberikan peringatan dahulu. Pemerintah sendiri menargetkan 200 kebun kelapa sawit sudah memiliki sertifikat ISPO pada 2013 ini. (faisal)