Friday, 20 September 2019

Sedang Marak di Indramayu

Tengkulak Beli Gabah Dengan Sistem Tebasan

Sabtu, 9 Maret 2013 — 0:34 WIB

INDRAMAYU (Pos Kota) – Pembelian gabah menggunakan sistem tebasan sedang marak dilakukan sejumlah tengkulak gabah di Indramayu, Jawa Barat.

Seorang tengkulak gabah di Indramayu Leman, 49 mengemukakan, satu hetar tanaman padi siap panen harganya berkisar antara Rp15 juta hingga Rp17 juta.

Hasil gabah setiap hektar antara 5 hingga 7 ton dengan harga Rp4,3 juta per ton. Pembelian gabah sistem tebasan untungnya memang lumayan.

Modal membeli padi satu hektar yang masih belum dipanen hanya mencapai Rp17 juta ditambah ongkos-ongkos sekitar Rp5juta hasilnya masih bisa tembus Rp7 jutaan.

Pembelian gabah tebasan kata Warid, 53 seorang petani di Kecamatan Kroya terbilang masih belum lama. Awalnya pembelian gabah tebasan itu dilakukan tengkulak Karawang dan Subang sektar 6 tahun lalu.

Lama kelamaan, tengkulak gabah Indramayu ikut-ikutan membeli gabah sistem tebasan. Tentu pertimbangannya karena lebih menguntungkan. Dibandingkan membeli gabah dengan sistim timbangan. Pembelian gabah secara tebasan memerlukan keahlian saat menaksir harga yang disesuaikan dengan berapa ancar ancar produksi gabah di sawah.

Kalau sampai tak pandai menaksir, maka tentunya kerugian akan menghadang di depan mata. Menjual gabah dengan sistem tebasan biasanya terpaksa dilakukan petani yang keadaannya kepepet kebutuhan. Misalnya karena terdesak ditagih hutang atau kebutuhan lainnya.(taryani).

Teks : Petani sedang mengumpulkan gabah