Tuesday, 20 August 2019

Tetap Maju Dalam Bursa Ketua Umum KONI DKI Jakarta

Figur Fadjar Panjaitan Dibutuhkan

Minggu, 10 Maret 2013 — 21:16 WIB
fadjar

JAKARTA(Pos Kota) – Ketua Umum Pengprov  Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI Jakarta, Fadjar Panjaitan, tetap maju dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI DKI, 6 April 2013. Pernyataan dukungan mengalir dari kalangan olahraga kepada Sekda DKI ini.

“Tidak bisa dipungkiri sosok beliau  sangat dibutuhkan dalam olahraga di daerah,” ucap Ratiyono, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta, kemarin.

Menurut Ratiyono, dibutuhkan seseorang yang memiliki hubungan dan komunikasi baik dengan Gubernur DKI untuk  mengelola tantangan olahraga DKI yang semakin berat ke depan.”Kami yakin, pengalaman dan latar belakang beliau sebagai Ketua IPSI dan terakhir terlibat dalam penyelenggaraan SEA Games tidak perlu diragukan lagi,” tambah Ratiyono.

Fadjar sendiri tetap yakin kalau dirinya tidak menyalahi aturan karena semuanya masih dalam koridor yang benar. Mengenai rangkap jabatan karena Fajar masih menjabat Sekda DKI, dikatakan Ratiyono, tidak ada masalah karena Fajar diusung sebagai ketua Pengprov IPSI DKI.Lagipula ditambahkan,  Fajar sudah menyatakan secara tertulis siap mundur   dari jabatannya begitu terpilih.

TETAP SOLID
Sekum Pengprov Persani DKI Jakarta, Delasri menyebut hingga saat ini dukungan buat Fadjar Pandjaitan tetap solid. Bahkan ia yakin kalau dukungan tersebut akan terus bertambah. “Tidak ada alasan buat siapapun untuk menjegal Fadjar,” terang Delasri.

Del malah mempertanyakan syarat yang diajukan  Tim 9 itu seperti layaknya Musorprov saja. Terutama tentang aturan buat pengprov yang sudah mengajukan surat dukungan tidak boleh menarik suaranya kembali. “Lucu saja, sebelum Musorprov suara pengprov sudah mereka kunci dan seperti ketakutan suara dukungan ke salah calon satu bakal berkurang,” sindir Delasri.

Ketua Harian Pengprov IPSI DKI Jakarta, Drs Taufik Yudi Mulyanto bernada sama. Menurutnya Tim 9 sifatnya untuk menjaring bakal calon ketua umum. Setelah menjaring semua calon akan dibawa ke Musorprov. Setelah itu, Musorprov yang menentukan layak atau tidaknya calon masuk dalam pemilihan.

“Suara sah dihitung saat Musorprov bukan oleh tim penjaringan.  Selain itu, saya yakin tim penjaringan sifatnya sebagai penyaring figur calon ketua bukan melarang atau menjegal calon,” kata Taufik. (awang/si)