Friday, 16 November 2018

Menkeu Minta Kerjasama Kembalikan Aset Century

Rabu, 13 Maret 2013 — 13:53 WIB
Indonesian Finance Minister Martowardojo speaks to reporters after attending a meeting at the presidential palace in Jakarta

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Keuangan (Menkeu), Agus Martowardojo, meminta semua lembaga untuk meningkatkan kerja sama atas upaya pengembalian aset Bank Century, baik di dalam atau di luar negeri. Pengembalian aset harus menjadi prioritas penyelesaian  kasus Century.

“Idealnya upaya menagih atau mengklaim ratusan juta dollar itu harus ada kerja sama semua pihak. Saya sambut baik catatan untuk selalu bekerja sama dan juga menggunakan Kedubes di Swiss sebagai ujung tombaki,” kata Agus kepada wartawan di Gedung DPR.MPR RI Senayan, jakarta, Rabu (13/3).

Dijelaskan Agus, pemerintah RI melalui kuasa hukum yang ditunjuk hingga Kedutaan Besar harus saling berhubungan, juga dengan pihak-pihak terkait di Swiss. “Saya ingin usaha ini dapat fokus. Prioritas sebagian asetnya ada di Hong Kong juga di Swiss. Juga di negara-negara lain seharusnya koordinasi bisa terus efektif,” tutus Agus.

Agus  mendukung langkah DPR RI  melakukan inisiatif dengan membentuk tim sendiri yang mengawas perampasan aset ini. “Jika DPR perlu ada suatu tim yang khusus dibentuk untuk menangani, saya dukung. Ini tentu kewenangan DPR,” tegas Agus.
Aset Bank Century (sekarang Bank Mutiara) di Hong Kong dan Swiss masih dalam status dibekukan. Artinya, aset tersebut tidak bisa dialihkan dengan cara apapun. Terkait hal itu, upaya Mutual Legal Assistance (MLA) dilakukan. Mekanisme MLA, ada kesepakatan antara Indonesia dengan Hongkong dan Swiss untuk saling membantu.

Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menugaskan tiga menteri, yakni Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, dan Jaksa Agung Basrief Arief untuk mengurus pengembalian aset terkait tindak pidana kasus Bank Century yang berada di luar negeri. Perintah ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2012 yang ditetapkan tanggal 20 Januari 2012.

Aset Bank Century di Hongkong sebesar Rp 86 miliar berbentuk  uang tunai serta dalam bentuk surat-surat berharga senilai Rp 3,5 triliun. Aset itu tersimpan di sejumlah bank dalam beberapa rekening, di antaranya di Standard Chartered Bank dan di Ing Bank Arlington Assets Investment.

Sedangkan aset Bank Century di Swiss mencapai 155 juta dollar AS. Aset ini milik mantan Komisaris Utama Bank Century, Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Rizvi, di Bank Dresdner atau LGT Bank, Swiss. Untuk merampas aset di Swiss, sudah dilakukan proses MLA melalui Bank Mutiara. Bank ini mengajukan gugatan perdata ke Swiss.

(prihandoko/sir)