Sunday, 19 November 2017

Kopi Luwak Harus Didaftarkan ke Unesco

Minggu, 17 Maret 2013 — 16:28 WIB
luwak2

INDONESIA beruntung memiliki kopi luwak yang dinilai terbaik di dunia. Untuk menjaga kelestariannya, kopi asli nusantara itu harus didaftarkan ke Unesco sebagai produk asli Indonesia yang diakui dunia.

“Jika tidak segera  didaftarkan ke Unesco, kami khawatir akan ada negara lain yang membudidayakan kopi luwak dan lambat laun mengklaim bahwa kopi luwak berasal dari negara itu bukan dari Indonesia,” ujar Ketua Asosiasi Kopi Luwak Indonesia Edy Panggabean dalam pemaparan program kerja  Asosiasi Duta Indonesia (ADI), Minggu di Jakarta. Salah satu  program kerja ADI ialah menggelar pemilihan Miss Coffee Indonesia  pada Mei 2013.

Menurutnya, Indonesia pada 2012 menempati urutan tiga sebagai produsen biji kopi hijau terbesar dunia setelah Brasil dan Vietnam. Pemerintah harus memanfaatkan keunggulan ini dan tetap memperhatikan pengembangan kopi luwak agar tidak diklaim negara lain sebagai kopi asli mereka.

Pihaknya mencatat produktivitas kopi luwak Indonesia saat ini  rata-rata 90 ton per tahun dengan permintaan yang terus tumbuh signifikan. Jumlah ini masih kalah dari  Vietnam dan Kolombia.  “Mereka bisa menghasilkan 1 ha lahan mencapai 1,5 ton green bean, sedangkan Indonesia 1 ha masih berkisar 500-600 kg,” kata Edy didampingi Kuntari Sapta Nirwandar, pendiri ADI sekaligus Ketua Penyelenggara Miss Coffee Indonesia 2013.

Pemerintah juga didesak segera memprogramkan upaya peningkatan  mutu dan produktivitas kopi Indonesia. Karena jumlah peminum kopi di dunia sangat besar, mencapai 1 miliar orang setiap harinya. Mereka mengkonsumsi sebanyak 2,25 miliar cangkir kopi per hari.

“Pemerintah harus sadar bahwa industri kopi sangat nyata perkembangannya. Sebanyak  90 persen biji kopi dihasilkan di negara-negara berkembang tetapi mayoritas dikonsumsi di negara-negara maju,” jelasnya.

(aby/sir)