Sunday, 23 September 2018

Dalam Keadaan Sekarat Anak Punk Dibuang di Terminal Kampung Melayu

Selasa, 19 Maret 2013 — 15:08 WIB
remaja2

JATINEGARA (Pos Kota) – Seorang pemuda dikeroyok dan dihujani tusukan oleh beberapa lelaki. Dalam keadaan sekarat, Bintang,28, dibuang di Terminal Kampung Melayu hingga ditolong warga, Selasa (19/3) dinihari.

Menurut, Dai,34, saat itu korban terlihat berjalan sempoyongan di tepi Jalan Basuki Rahmat, tepatnya di bawah flyover yang menuju Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Namun, di jalanan , pemuda yang tubuhnya penuh dengan luka tusukan dan berlumuran darah itu tersungkur di aspal.

“Kondisi korban saat itu badannya penuh luka tusuk. Selain itu kepala belakang, dan leher belakang lukanya bacokan. Begitu pula di punggung pemuda itu sepertinya dicacah oleh pelaku,” ujarnya Dai.

Melihat pemuda itu tersungkur , warga lalu berusaha menolongnya untuk dipinggirkan ke atas trotoar. Selain itu sebagian warga malaporkan ke Polsek Jatinegara.

Kepada petugas, korban mengaku dianiaya oleh pemuda lainnya. Usai di hujani tusukan dan keadaan luka parah itu dirinya dibuang dari Bus Metromini.

Meski demikian, pernyataan korban sempat tak dipercayai warga setempat. Pasalnya, korban tampak setengah sadar saat ditanya warga. Ia hanya mengatakan dengan jelas bahwa ia kerap nongkrong di kawasan Cawang. Korban dibawa ke RS Budhi Asih.

Kepolsek Jatinegara, Kompol Suminto mengatakan korban adalah pengamen yang biasa nongkrong di sekitar Cawang. “Korban itu anak punk, dia biasa nongkrong di sana, kejadian sekitar pukul 22.30 Wib malam tadi. Pelaku sendiri hingga saat ini masih kita kejar,” ujar Suminto.

Kapolsek menambahkan, hingga saat ini belum diketahui motif dari penusukan itu. “Belum tahu bagaimana kronologisnya karena korban masih belum bisa ditanya-tanya karena belum sadarkan diri,” lanjutnya.(Wandi)

  • lapendos

    kepada pemda tolong bina anak-anak ini .. sampai kapan mereka mejadi pengamen liar ..

  • JENDERAL SONTOLOYO

    Anak Punk, anak jalanan, copet, jambret….adalah disebabkan kemiskinan……ini hasil dari data forensik kriminilitas….. bagaimana para kepala daerah mengurangi kemiskinan di daerah mereka masing masing……KALAU POLRI MASIH BERFIKIR KUNO DAN KOLONIAL….NAIKAN ANGGARAN POLRI UNTUK MENGATASI KEJAHATAN…DI SETEJUI OLEH KOMISI III DPR…PERLU DIRUMUSKAN SECARA BAIK DALAM MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA INI…