Saturday, 17 November 2018

Sudah Dua Kali Dalam Sepekan

22 Warga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak

Kamis, 21 Maret 2013 — 15:41 WIB
racun

SUKABUMI (Pos Kota) – Peristiwa keracunan massal di Kabupaten Sukabumi kurang dalam sepekan kembali terjadi. Kali ini menimpa puluhan warga di Kampung Cijagung RT 32 RW 08, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Kamis (21/3). Mereka mengalami gejala keracunan usai menyantap nasi kotak yang dibagikan di acara pengajian peringatan 40 hari warga yang meninggal.

Dari pendataan sementara, Kamis siang, korban dugaan keracunan mencapai 22 warga yang merasakan badanya lemas, pusing, mual-mual bahkan ada yang muntah-muntah dan diare. Diperkirakan jumlah korban keracunan akan bertambah. Soalnya, makanan berupa nasi kotak yang dibagikan di acara peringatan 40 harian orang yang meninggal atau lebih dikenal warga setempat dengan sebutan mencapai 50 bungkus nasi kotak.

Dari keterangan warga sekitar, acara matangpuluh ini digelar malam harinya mulai pukul  18.30 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Sudah menjadi adat kebiasaan, warga yang ikut mengaji diberikan bungkusan berupa nasi dengan lauk-pauk. Selang dua jam kemudian, hampir bersamaan warga yang menyantap nasi kotak tersebut mengalami gejala keracunan. Menu dalam nasi kotak itu berupa  nasi, telur, mie goreng, dan mentimun mentah.

Akibatnya, mereka terpaksa dibawa ke puskesmas terdekat. Bahkan, saking banyaknya korban keracunan, dinas kesehatan (dinkes) setepmat membuka posko penanganan untuk merawat warga keracunan. Beberapa warga hingga Kamis sore kondisinya mulai berangsur-angsur normal.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid menyebutkan  peristiwa ini termasuk dalam kejadian luar biasa (KLB) sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Menurut Harun, penetapan KLB ini lantaran jumlah  korban keracunan mencapai lebih dari dua orang.

“Posko ini akan berada di sekitar rumah warga selama tiga hari. Posko tersebut akan memberikan pertolongan pertama kepada warga yang mengalami gejala keracunan,” kata Harun.

Ditegaskan Harun, untuk memastikan penyebab keracunan dinkes telah mengambil sampel makanan dan muntahan korban keracunan untuk diuji di laboratorium. Namun, Harun belum bisa memastikan waktu hasil uji lab karena langsung dibawa ke Bandung.

Nya Awang, salah seorang warga mengaku kedua anaknya kini terpaksa dirawat di puskesmas karena mengalami gejala keracunan. Untung saja, dia tak ikut memakan nasi kotak tersebut sehingga tidak keracunan.

“Acara pengajiannya Rabu malam. Tapi setelah agak malam banyak warga mengeluh keracunan termasuk dua anak saya. Saya waktu itu tak memakan nasi kotak itu jadi tidak keracunan,” ungkapnya.

Belum sepekan, tepatnya sabtu (16/3) keracunana makanan juga dirasakan puluhan  warga di Kampung Selagadang RT 07 RW 02 Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Puluhan warga ini keracunan massal setelah mengkonsumsi makanan nasi kotak yang dibagikan dalam acara ulang tahun. Akibatnya, mereka terpaksa dirawat dan bahkan beberapa di antaranya  terpaksa dirujuk ke RSUD Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.

(sule/sir)

Foto- ilustrasi