Jalan Dibangun di Atas Saluran Air

Warga Senayan Mengaku Tertipu

Kamis, 21 Maret 2013 — 7:29 WIB
iluswarga

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Warga RW 02 Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mendesak Gubernur DKI Jakarta segera membongkar jalanan tanpa izin di atas saluran penghubung Pulobangkeng yang dibangun PT Agung Sedayu Grup (ASG), pengembang apartemen Office 8.

“Kami telah dijebak dan ditipu oleh kontraktor dari pengembang yang semula mengklaim pembangunan jalan yang menutup saluran di kawasan Senopati ini sebagai proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI untuk mengatasi banjir,” tandas Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Senayan, M. Ali Rahman, Rabu (20/3).

Belakangan warga baru mengetahui proyek jalan sepanjang 170 meter dengan lebar sekitar 5-6 meter dikerjakan pengembang PT ASG untuk memperlebar akses jalan di sekitar apartemen.

Atas kondisi ini warga makin was-was karena permukimannya yang sudah dikepung bangunan tingkat tinggi yang semula tidak pernah banjir kini menjadi rentan banjir. Termasuk sekitar 1.000 santri pondok pesantren (Ponpes) Daarul Rahman yang bangunannya tepat di pinggir saluran yang ditutup untuk jalan.

Di Ponpes ini kata Ahmad Sahal Yakub, pengajar, PT ASG berjanji menyediakan mesin pompa sebagai sodetan ke saluran Pulobangkeng. Tapi sudah 2 minggu ini, 3 unit mesin pompa yang dijanjikan belum juga dipasang. Malah menimbulkan lubang menganga yang setiap saat dapat mengancam jiwa para santri.

“Kami menuntut pengembang tidak menyengsarakan warga kecil seperti kami ini dengan seenaknya membangun jalan di atas saluran. Pak Jokowi tolong bantu kami,” pinta Ahmad.

Sebelumnya Ahmad Husein Alaydrus, anggota DPRD DKI Jakarta mendesak Gubernur Jokowi bertindak tegas membongkar jalan ilegal yang dibangun PT ASG di atas saluran.

Sedangkan Plt Walikota Jaksel, Syamsuddin Noor menegaskan pihaknya melalui Suku Dinas (Sudin) PU Jalan sudah mengirimkan surat peringatan kepada PT ASG.

Secara terpisah Kasudin Tata Ruang Jaksel, Gentur Wisnubaroto mengatakan pembangunan jalan di atas saluran oleh PT ASG di luar dari ketentuan pengembang untuk memenuhi kewajibannya membangun jalan sebagai fasum.

“Sesuai peruntukkan tata ruang di kawasan Senopati tepatnya di atas saluran Pulobangkeng tidak boleh dibangun untuk jalan,” tandasnya. (Rachmi)

Teks : Pembangunan jalan tanpa izin di atas saluran oleh PT ASG, pengembang apartemen Office 8 yang dikeluhkan warga di RW 02 Kelurahan Senayan, Kebayoran Baru, Jaksel. (Rachmi)

2) Pengurus Ponpes Daarul Rahman menunjukkan mesin pompa yang belum juga dipasang PT ASG, pengembang apartemen Office 8 yang menutup saluran untuk pembangunana jalan. (Rachmi)

Terbaru
Terpopuler
Senin, 3 Agustus 2015 — 0:17 WIB
Sumatra
Minggu, 2 Agustus 2015 — 23:54 WIB
Narkoba
Minggu, 2 Agustus 2015 — 23:36 WIB
Pembunuhan dan Penganiayaan
Minggu, 2 Agustus 2015 — 23:26 WIB
Bola
Minggu, 2 Agustus 2015 — 23:12 WIB
Peristiwa
Minggu, 2 Agustus 2015 — 22:50 WIB
Peristiwa
Minggu, 2 Agustus 2015 — 22:41 WIB
Politik
Minggu, 2 Agustus 2015 — 22:03 WIB
Bekasi
Minggu, 2 Agustus 2015 — 21:56 WIB
Jakarta
Minggu, 2 Agustus 2015 — 21:45 WIB
Peristiwa