Jumat, 22 Maret 2013 11:45:42 WIB

Kesal Menolak Diajak Merantau ke Jakarta

Suami Bacok Istri dan Ibu Mertua

clurit

SERANG (Pos Kota) – Diduga kesal lantaran menolak diajak merantau ke Jakarta, Kamsin, 30, nekad membacok istri dan ibu mertuanya. Akibat kebrutalan sang suami, Maesaroh, 25, menderita luka bacok pada bagian kepala dan Aswanah, 40, mertua yang berusaha melerai dibacok pada bagain kepala dan lengan kiri. Usai membantai keluarganya, pelaku kabur sedangkan kedua korban dilarikan warga ke RSUD Serang.

Peristiwa berdarah di Kp Kedokan Porang, Ds Pamanuk, Kec. Carenang, Kab. Serang ini terjadi Kamis (21/3) sekitar pukul 19:00 WIB. Sebelumnya, pelaku yang diketahui bekerja sebagai buruh di Muara Karang, Jakarta Barat ini mengajak sang isteri untuk ikut bersamanya tinggal di tempat kerjanya. Karena Maesaroh menolak ajakan suami terjadilah cekcok mulut.

Saat suami isteri ini tengkar mulut, Aswanah berusaha melerai. Namun pelaku tak terima dan langsung pergi ke dapur untuk mengambil golok. Tanpa berkata sepatah katapun, Kamsin langsung membacok kepala isterinya. Aswanah yang berusaha melerai ikut menjadi sasaran kemarahan pelaku. Aswanahpun tersungkur setelah kepala dan tangan kirinya dibabat golok.

Suara gaduh dari rumah Aswanah, mengundang warga untuk datang. Mengetahui banyak warga datang, pelaku yang hanya mengenakan celana kolor langsung kabur. Warga sempat mengejar, namun karena keterbatasan alat penerangan tidak berhasil menangkap pelaku. Kedua korban segera dilarikan ke RSUD Serang dan nyawa keduanya berhasil diselamatkan.

Kapolsek Carenang, AKP Zaenudin ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Pelaku masih kita kejar. Sedangkan motifnya diduga kesal lantaran isteri tidak mau diajak tinggal bareng di Muara Karang,” terang Kapolsek dihubungi poskotanews.com, Jum’at (22/3).

(haryono/sir)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.