Diselamatkan Polisi di Bogor, Dua Pelajar SMP Dijadikan Pelacur

Rabu, 27 Maret 2013
ilustrasi-pelacur

BOGOR (Pos Kota) – Jaringan prostitusi dengan korban pelajar SMP diungkap Polsek Bogor Tengah dalam operasi “Bunga Lodaya” Selasa (26/3) malam. Dua pelajar SMP di Bogor yang diselamatkan polisi mengaku, mereka dijual mucikari. Keduanya dijadikan pelacur dan ditampung di sebuah penginapan.

Kedua korban yang selamat dari penginapan di Jalan Sawojajar, Bogor Tengah, Kota Bogor, lalu dibawa ke Mapolsek Bogor Tengah, guna dimintai keterangan demi mengungkap jaringan mucikari dengan korban pelajar.

Selain dua korban, dalam penggerebekan tersebut, polisi juga mengamankan RH 28, sang mucikari yang menyiapkan anak baru gede (ABG) untuk dijual ke pria hidung belakang.

Data yang didapat, tarif untuk sekali kencan dengan ABG pelajar, mucikari RH mematok harga Rp 800.000. Barang bukti yang diamankan dari lokasi penginapan korban berupa, 2 HP, 3 dompet, beberapa tisue yang terdapat sperma, 4 charger HP dan 1 headset serta uang tunai Rp800 ribu.

“Kasus prostitusi dengan korban anak dibawah umur terungkap setelah kita menyelidiki sebuah situs yang menyediakan ABG untuk diajak kencan,”kata Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Viktor Gatot HS kepada wartawan Rabu.

Kompol Viktor menambahkan, dari dua ABG yang diamankan, salah satunya masih berstatus pelajar di satu SMP di Cigombong, Kabupaten Bogor. Sedangkan satu orang lagi, sudah tidak bersekolah. “MR sudah tidak sekolah lagi, terakhir kelas 2 SMP,”papar Kapolsek.

Saat ini RH, mucikari kedua ABG sudah ditahan di Mapolsek Bogor Tengah dengan ancaman Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana trafiking, junto Pasal 506 KUHP dan junto Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan perempuan.

“Untuk kedua ABG itu kita tidak tahan, setelah menjalani pemeriksaan 1 x 24 jam, mereka kita kembalikan ke orang tuanya tapi dikenakan wajib lapor,” ujarnya.
Kepada petugas RS mengaku terpaksa menjual diri karena terdesak kebutuhan ekonomi. “Untuk biaya sekolah,” kata satu korban singkat.

Saat ini petugas reskrim Polsek Bogor Tengah masih melakukan pengembangan kasus penjualan ABG dibawah umur. Diduga, RH sudah banyak menjual anak di bawah umur untuk melayani pria hidung belang.

“Para ABG itu hanya mendapatkan bagian Rp 500 ribu, sisanya diambil sama mucikarinya,”tandas Kompol Viktor.

(yopi/sir)

Foto Ilustrasi

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.