Kamis, 28 Maret 2013 06:42:03 WIB

Inilah Curhat Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung

ajimbar283

LAMPUNG (Pos Kota) –Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Ajimbar Rabu malam pukul 21.00 curhat kepada puluhan wartawan media cetak dan elektronik baik lokal maupun nasional di ruang kerjanya.

Inilah curahan hati Ajimbar tersebut.”Untuk memenuhi janji saya kepada kalian semua saya undang untuk menerangkan pokok permasalahan yang terjadi di ruangan kerja saya ini. Pasalnya, banyak penanganan di Kejati Lampung yang beredar di media massa yang perlu diluruskan khususnya pada perkara- perkara yang ditangani oleh dua bidang satker Kejati Lampung yakni, Intel dan Pidsus,”kata Ajimbar.

“Perlu diketahui, terkait pemeriksaan beberapa penyelesaian perkara yang bermasalah di Kejati Lampung oleh Sekretaris Jaksa Muda Bidang Pengawasan (Ses Jam Was) Dachamer Munthe pada waktu lalu, yang mengaitkan dua bidang satker di Kejati Lampung hingga pecah kongsi itu tidak benar, karena baik bidang Intel maupun bidang Pidsus tidak berhak memberikan komentar. Yang berhak untuk komentar itu saya sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung,”ujar Ajimbar.

“Yakinlah suap dan pemerasan itu tidak benar, yang benar itu Jamwas saat memeriksa perkara-perkara itu, kita juga ada di dalamnya. Itu semacam koordinasi mereka juga berhak memeriksanya untuk melengkapi perkara tersebut agar cepat selesai. Sementara itu, mengenai bidang Intel sekarang ini mereka tertutup dan tidak boleh menangani kasus korupsi dan yang menaganinya adalah bidang Pidsus. Jika memang ada perkara dugaan tindak pidana korupsi silakan tanya pada bidang Pidsus agar semua bisa jelas dan terang benderang termasuk perkara yang sedang ditangani yakni perkara , Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (BPPHP) Wilayah IV Lampung tahun anggaran 2011, DAK Lampung Tengah 2010, Jalinpantim dan Pengadaan Sumur Bor tahun 2011, Cetak Sawah, perkara pemeriksaan Jamilah, dan penanganan Jalinpantim,”jelas Ajimbar.

“Masalah jaksa nakal, saya tidak memungkirinya memang benar masih ada oleh sebab itu saya setiap apel pagi melakukan pengawasan terhadap kinerja seluruh jaksa yang bertugas di Kejati Lampung. Jika memang terbukti pihaknya akan memberikan sanksi kepada kedua belah pihak, baik yang memberi suap maupun yang menerima suap. Untuk jaksanya saya akan tindak tegas baik itu penurunan pangkat atau kalau perlu pemecatan seperti, Jaksa Anto D Holyman, dia telah terbukti karena sebagai Jaksa dia telah tertangkap basah sedang berduaan dengan wanita yang bukan istrinya pukul 04.00 WIB, ini merupakan sebagai contoh untuk membuat efek jera bagi Jaksa-jaksa lainnya yang bertugas di Kejati Lampung,”papar Ajimbar.

“Lebih jelasnya, untuk Bidang Intel kini hanya bertugas untuk memburu terpidana Satono, dengan cara mengaktifkan agen-agen rahasianya agar buronan nomor wahid Kejati Lampung bisa cepat tertangkap. Bagi siapa saja yang mengetahui keberadaa Satono saya akan berikan uang sebesar Rp 50 juta tunai di ruangan saya ini itu janji saya.Terkait pembacaan tuntutan jaksa di persidangan terhadap terpidana Wendy Melfa dalam perkara korupsi tanah Sebalang. Dalam perkara itu, Aspidsus merekomendasikan hukuman subsider terhadap uang pengganti selama tiga tahun penjara. Namun dalam persidangan, oleh jaksa dibacakan dua tahun penjara. Seperti diketahui, ketua tim jaksa yang menangani perkara tersebut adalah Sarjono Turin dengan anggota diantaranya Anto D Holyman itu sangat perlu ditanyakan langsung besok kepada Bidang Pidsus agar transfaran”ungkap Ajimbar.(Koesma)

Teks : Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Ajimbar

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.