Wednesday, 14 November 2018

Proses Seleksi Longgar

Koruptor dan Mucikari Bisa Ikut Jadi Caleg

Kamis, 28 Maret 2013 — 6:08 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Longgarnya proses seleksi calon anggota legislatif (caleg) menimbulkan keprihatinan. Semua kalangan sepertinya bisa mencalonkan diri, sehingga terkesan tanpa proses skrining atau penyaringan ketat. Bahkan mucikari dan buronan korupsi kini berani ikut seleksi caleg untuk Pemilu 2014.

Koordinator Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin , mengatakan fenomena ini terjadi lantaran pimpinan pusat parpol terlalu jauh dengan daerah. β€œHal ini membuat pimpinan pusat parpol sulit menyeleksi siapa saja caleg daerah,” ujar Said, Rabu (27/3).

Kondisi ini diperparah dengan tujuan parpol yang hanya mencari kemenangan saja. Padahal yang bertanggungjawab soal kualitas caleg adalah parpol.

PUNYA UANG

Said menilai, saat ini parpol lebih memilih caleg yang memiliki uang. Sehingga caleg yang mempunyai track record (rekam jejak) jelek tapi memiliki popularitas dan tentu saja kantongnya tebalk, tetap lolos. ” Ini yang mengkhawatirkan kita,” katanya.

Koordinator Jaringan Pendidikan Politik Untuk Rakyat (JPPR), Yus Fitriadi, menilai semestinya parpol melakukan seleksi ketat terhadap Bacaleg. Sebab, dalam peraturan disebutkan caleg harus sehat jasmani dan rohani. Selain general check up, juga melalui pemeriksaan psikotest.

Jika ada germo atau mucikari yang lolos seleksi, kata Yus, itu menyangkut persoalan etika. Kalau parpol masih menerima muncikari sebagai caleg maka parpol tersebut tidak memegang prinsip-prinsip kepartaian.

Santer diberitakan ada seorang mami germo mencalonkan diri sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Jawa Timur. Tak cuma itu, seorang buronan Kejaksaan Negeri Sidoarjo, terkait kasus korupsi dikabarkan ikut tes kesehatan sebagai syarat untuk menjadi caleg dari sebuah parpol.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) membolehkan mantan napi menjadi calon anggota legislatif dari partai politik untuk provinsi hingga kabupaten/kota. Syaratnya, mantan narapidana baru boleh menjadi caleg setelah 5 tahun bebas dari lembaga pemasyarakatan. (rizal/bu/o)

  • UNTUNGSETIA

    zaman edan,yg waras malah malas mencalonkan diri,ayo yg jujur bilang jujur