Kasus Lapas Cebongan, Polisi Tunggu Hasil Uji Balistik

Senin, 1 April 2013 — 13:28 WIB
kapolri-sub

JAKARTA (Pos Kota) -Kepolisian masih menunggu hasil uji balistik labfor Mabes Polri terkait penyidikan kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Ditemui wartawan siang ini di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengatakan,
perkembangan kasus penyerangan Lapas Cebongan kepolisian masih menunggu hasil uji balistik yang dilakukan oleh Labfor Mabes Polri.

Dijelaskan Timor kepolisian masih memeriksa secara intensif salah seorang pelaku yang tidak memakai tutup kepala dengan harapan penyelidikan bisa mendapatkan formulasi melalui sketsa.

Senada dengan Kapolri di tempat yang sama, Kantor Presiden,  Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan saat ini tim investigasi penyerangan Lapas Cebongan yang dibentuk oleh Kasad masih bekerja.

Agus menjelaskan investigasi tersebut dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya dugaan keterlibatan aparat TNI  dalam penyerangan lapas tersebut.

“Tim investigasi yang dibentuk Kasad tersebut  juga akan menggunakan dan  mengolah data-data yang dimiliki oleh kepolisian,” papar Agus.

Sementara itu di tempat yang sama Kepala BIN Marciano Norman menyatakan komunitas intelijen di daerah sudah berupaya melakukan langkah pengumpulan informasi untuk melakukan proses pencegahan dan pendeteksian insiden.

(johara/sir)

Terbaru
Terpopuler
Sabtu, 4 Juli 2015 — 22:31 WIB
Raket
Sabtu, 4 Juli 2015 — 21:54 WIB
Raket
Sabtu, 4 Juli 2015 — 21:44 WIB
Jabar
Sabtu, 4 Juli 2015 — 21:27 WIB
Dustin Brown Akui Keunggulan Troicki
Si Penakluk Nadal Itu Terlalu Cepat Tersingkir
Raket
Sabtu, 4 Juli 2015 — 21:18 WIB
Jakarta
Sabtu, 4 Juli 2015 — 21:15 WIB
Raket
Sabtu, 4 Juli 2015 — 20:30 WIB
Terpilih Jadi Calon Pimpinan KPK
Johan Budi Siap Bersaing Dengan Jimly Asshiddiqie
Yudikatif
Sabtu, 4 Juli 2015 — 20:24 WIB
Korupsi
Sabtu, 4 Juli 2015 — 20:06 WIB
Uncategorized
Sabtu, 4 Juli 2015 — 19:47 WIB
Saat Bertemu Polisi dan Komisoner KPAI
Dituduh Aniaya Anak, Wanita Itu Menangis Mengaku Rindu
Pembunuhan dan Penganiayaan