Sunday, 18 November 2018

Kerugian Korupsi Simulator SIM Capai Rp 121 Miliar

Senin, 1 April 2013 — 19:15 WIB
sus

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan nilai kerugian negara dari kasus pengadaan simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) roda dua dan roda empat di Korlantas Polri mencapai Rp121 miliar. Jumlah itu sedikit lebih besar dari hasil perhitungan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) sebelumnya yang menyebutkan sebesar Rp100 miliar.

“Ada informasi terbaru bahwa dari hasil perhitungan dugaan nilai kerugian terkait dengan pengadaan simulator itu adalah Rp121 miliar,” ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, saat konferensi pers, di kantor KPK, Jakarta, Senin (1/4).

KPK sendiri, terang Johan, telah melengkapi berkas penyidikan tersangka Irjen Pol Djoko Susilo terkait kasus ini. Senin (1/4), KPK resmi melimpahkannya ke penuntutan.

“Berkasnya jadi satu, dalam waktu 14 hari maksimal, berkas tersebut akan diserahkan ke pengadilan tipikor. Sementara kasus dengan 3 tersangka lainnya masih diproses di penyidikan,” papar Johan.

Sejauh ini, lanjut Johan, belum ada informasi mengenai penyitaan atau penelusuran aset-aset yang baru terhadap mantan Kepala Korlantas tersebut. Sehingga, nilai akhir penyitaan aset mantan Gubernur Akademi Polisi itu berkisar Rp70 miliar.

KPK, tambah Johan, juga memblokir rekening milik jendral bintang dua itu. Namun, dirinya belum dapat menyampaikan berapa jumlah rekening tersebut.

Meski diperkirakan jumlah aset dan rekening milik Djoko yang disita KPK untuk negara tidak sebanding, Johan menegaskan, bahwa pihaknya melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK akan mencari jalan keluar untuk menjawab ketimpangan bukti materil kasus tersebut sehingga bisa sebanding dalam pandangan hukum.

“Belum bisa diumumkan (totalnya). Tapi kalau soal dakwaan itu tergantung Jaksa KPK. Bisa saja itu diganti dengan penjara atau yang lainnya,” tukasnya. (yulian)