Minggu, 25 September 2016

Naik Tiga Kali Lipat, Jumlah Pasien Penyakit Dalam di RSUD Sentot

Selasa, 2 April 2013 — 21:29 WIB
RSU Pantura MA Sentot-n

INDRAMAYU (Pos Kota)  – Jumlah pasien penyakit dalam (internis) yang berobat ke RSUD MA Sentot Pantura Patrol naik tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jika sebelumnya jumlah pasien penyakit dalam yang berobat 50 orang, kini meningkat 150 orang pasien sehari  kata dr. Moh. Toha, M.Si Direktur  RSUD M.A Sentot Pantura Patrol saat memberi sambutan pada HUT Ke-5 rumah sakit itu, Selasa (2/4/2013).

Kata Moh. Toha, bertambahnya jumlah pasien penyakit dalam  membuat dokter spesialis penyakit dalam yang menangani pasien itu  kewalahan. Hal itu dikarenakan dokter spesialis penyakit dalam hanya seorang diri.

Idealnya, lanjut Moh. Toha dokter spesialis penyakit dalam itu dua  orang.  “Karena setiap hari dokter spesialis penyakit dalam melayani jumlah pasien yang banyak, Saya khawatir jangan jangan dokter spesialisnya malah mati karena kecapaian mengobati pasien,” ujarnya sambil tertawa.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya membuka kesempatan kepada dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis radiologi mengajukan lamaran ke pihak manejemen RSUD M.A Sentot Pantura Patrol sebagai karyawan.

Dikatakan, dalam periode yang sama jumlah keuntungan RSUD M.A Sentot Pantura Patrol, kini sudah meningkat 2 kali lipat. RSUD M.A Sentot Pantura Patrol baru berusia 5 tahun memiliki 120 tempat tidur dengan rata rata rawat inap 5 hari.

Dikatakan, ia bersama jajaran dokter, perawat, bidan dan sebagainya berupaya menjadikan RSUD M.A Sentot Pantura Patrol sebagai rumah sakit terbaik di Indramayu melalui  visi memberikan pelayanan prima kepada para pasien, tanpa membedakan status sosialnya. Yang membanggakan, katanya semua  perawat paramedis sudah lulus mengikuti diklat BTCLS atau penanganan darurat yang dibimbing Kepala Ambulan Gawat Darurat Jakarta.

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah diwakili Kadinkes dr. Deddy Rohendi saat menghadiri Ultah RSUD M.A Sentot Pantura Patrol mengemukakan, usia RSUD M.A sentot Pantura Patrol yang baru 5 tahun ibarat bayi merupakan usia emas yang sangat menentukan perjalanan rumah sakit ini ke depan. “Mau dibawa kemana rumah sakit ini tanpa lihat kebelakang,” -katanya.

Dikatakan, dirinya ikut membidani lahirnya rumah sakit ini. Pada awal pendiriannya, ujar dr. Deddy Rohendi, rumah sakit ini ditujukan untuk menangani pasien  yang mengalami trauma karena kecelakaan lalu lintas.

Namun dalam perjalanannya, rumah sakit ini berubah menjadi RSUD. Itu setelah Bina Marga membangun garis median jalan yang dampaknya menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dari urutan pertama menjadi urutan 38. Mudah mudahan kami berharap rumah sakit ini berhasil luar biasa tapi bukan musibah luar biasa, katanya.(taryani/d).

Terbaru

Tim Puslabfor Mabes Polri sedang olah tkp di lokasi JPO roboh di Pasar Minggu, Jaksel, Minggu (24/9). (Rachmi)
Minggu, 25/09/2016 — 19:16 WIB
Ahok Gak Cukup Minta Maaf
Banjir melanda Perumahan Rawalumbu Kota Bekasi, Minggu 25/9/2016 (sir).
Minggu, 25/09/2016 — 19:06 WIB
Saluran Air Meluap, Warga Rawalumbu Kebanjiran
Sejumlah waria dan wanita PSK yang terjaring dari Taman Lawang, Menteng, Jakpus. (Joko)
Minggu, 25/09/2016 — 18:47 WIB
Waria Taman Lawang Saat Dirazia Naik ke Pohon
DPRD Kota Bekasi
Minggu, 25/09/2016 — 18:44 WIB
DPRD: Ahok Manfaatkan Kemesraan Walikota