Saturday, 20 October 2018

Sopir Angkot Nyambi Jadi Bandar Ganja

Selasa, 2 April 2013 — 22:53 WIB
ilussopir

TANGERANG (Pos Kota) – Seorang supir angkot menyambi sebagai bandar ganja akhirnya dibekuk anggota buser Polsek Batuceper di depan rumah makan di Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang,  Selasa (2/4) siang.

Sebanyak 18 Kg ganja yang disembunyikan pelaku di dalam lemari pakaian, disita sebagai barang bukti.

Ahmad Fahrudin,27, supir angkot jurusan Tangerang – Kota itu tak berkutik lagi setelah petugas menemukan 18 Kg ganja kering di dalam rumah kontrakannya di Kelurahan Poris Gaga, RT 05/02, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.

Ahmad ditangkap ketika bertansaksi dengan petugas yang menyamar sebagai pembeli.

Kapolsek Batuceper Kompol Krismi Widodo mengatakan penangkapan bandar besar daun haram itu merupakan hasil pengembangan penangkapan tersangka berinisial SA, 17, pengguna ganja yang ditangkap sebelumnya oleh Polsek Batuceper, Kota Tangerang.

Daun ganja itu, kata kapolsek, diperoleh SA dari Ahmad Fahrudin, seorang supir angkot yang menyambi sebagai bandar ganja. Dari pengakuan tersebut, pihaknya kemudian memancing bandar besar ganja dengan berpura-pura menyamar sebagai pembeli.

Ahmad pun akhirnya diringkus petugas di depan rumah makan.

Usai meringkus Ahmad, polisi kemudian melakukan penggeledahan dirumah kontrakan tersangka. Dari dalam lemari pakaian, petugas menemukan 18 Kg ganja yang disembunyikan di dalam kadus.

“Setelah diringkus, kami melalukan penggeledahan, didapat 18 Kg ganja disimpan di dalam lemeri bajui,” kata Krismi Widodo.

Kepada petugas, kata kapolsek, bapak satu orang ank ini mengaku jika ganja tersebut merupakan milik Guntur, soerang bandar ganja yang ditangkap Polres Metro Tangerang. Dari dalam balik sel Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang, Guntur menyuruh Ahmad untuk mengambil 20 Kg ganja di daerah Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Dengan menggunakan sepeda motor, Ahmad membawa puluhan ganja untuk diedarkan di daerah Tangerang. Selama satu bulan menjadi bandar, dirinya baru menjual dua kilogram ganja seharga Rp 2,5 juta.

“Tersangka dapat keuntungan satu kilogram ganja Rp 500 ribu. Uang itu digunakan untuk menutupi kekurangan dari hasil narik angkot,” papar kapolsek meniru ucapan tersangka. (Imam/d).
i