Pemakaman juga jadi tempat pembuangan

Sampah Berserakan Dekat SD

Sabtu, 6 April 2013
ilussampah

KEBAYORAN LAMA (Pos Kota) – Rendahnya kesadaran warga Jakarta menjaga kebersihan, membuat permasalahan sampah seperti tidak ada habisnya. Hal ini antara lain tampak di Jalan Cidodol Raya, tepatnya di samping SDN 01-04 Grogol Selatan, Jakarta Selatan. Di tempat itu, beraneka sampahberserak di sisi jalan.

Pengamatan Pos Kota, sampah itu umumnya limbah rumah tangga yang dibungkus dalam kantong plastik. Toni, warga, mengatakan  umumnya sampah itu buangan warga yang tinggal di luar kawasan tersebut.

”Banyaknya sampah menimbulkan bau busuk. Ini juga bisa jadi sarang penyakit, apalagi SD itu banyak muridnya” katanya, Sabtu (6/4).  “Beberapa kali saya lihat ada orang naik motor melempar sampahnya.”

TAK ADA LAPORAN

Menanggapi hal itu,  Zaenal Syarifudin yang baru beberapa minggu menjabat sebagai Kepala Sudin Kebersihan Jakarta Selatan, mengaku belum mendapat laporan sampah yang berserak dekat sekolah itu. Ia berjanji mengeceknya.

”Akan kami cek besok. Dan bila itu tempat pembuangan sampah liar, harus ditertibkan. Saya juga akan koordinasi dengan Ketua RT dan RW setempat. Jika memang kurang lahan pembuangan sampah, akan dicari solusinya,” janjinya.

Terlepas dari itu, Zaenal menilai dengan masih banyaknya sampah yang tercecer di pinggir jalan menunjukkan bukti kurangnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan.
Menurutnya, masalah itu bukan hanya kewenangan petugas atau pemerintah, juga tanggung jawab masyarakat yang berperan menghasilkan sampah.

”Kalau memang kekurangan lahan pembuangan sampah, harus disiasati dengan sistem pengangkutan. Petugas mesti mengangkut secara rutin, dan masyarakat juga semestinya jangan asal membuang sampah,” imbuhnya.

DI KUBURAN
Warga RW14 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, mengeluhkan  lahan pemakaman yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah.  Bau busuknya mengganggu warga.
“Kami minta ini hal ini tidak dibiarkan berlarut, karena kotor dan bau busuk mengganggu kami,” ujar Jumadi, warga, kemarin.

Ia mengaku sudah minta ke instansi terkait untuk dilakukan penutupan. “Tapi belum juga ditanggapi,” ujarnya.

Sampah, sambungnya, bukan cuma buangan rumah tangga juga limbah restoran. Biasanya, pembuang sampah orang di luar perkampungan.

Sementara itu, Kasie Penanggulangan Sampah Sudin Kebersihan Jakarta Barat, I Made Indrayasa, mengatakan lokasi pembuangan sampah itu atas dasar usulan RT/RW setempat. Alasannya,  sulit  mencari lahan untuk tempat sampah. (yulian/deny/yp)

Teks Foto:
TPS liar yang berada di dekat lahan pemakanan di RW14 Kelurahan Kapuk, Jakarbar, dikeluhkan warga sekitar. (deny)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.