Senin, 8 April 2013 12:01:42 WIB

6 Kecamatan Dilanda Banjir dan Longsor, Ribuan Keluarga di Pandeglang Ngungsi

tol-banjir

PANDEGLANG (Pos Kota) – Enam kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, diterjang banjir dan tanah longsor. Akibat musibah bencana alam ini, sekitar 2.000 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Labuan, Pagelaran, Sukaresmi, Cikedal dan Patia harus mengungsi karena rumahnya terendam banjir.

Sedangkan bencana longsor di Kec. Mandalawangi mengakibatkan sebanyak 1.915 jiwa dari 383 KK di Desa Ramea, terisolir akibat dua jembatan yang menghubungkan wilayah itu dengan kota kecamatan dan Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, terutup material longsor.

“Ketinggian air di Patia, Pagelaran, dan Sukaresmi mencapai 1- 2 meter. Sedangkan kecamatan yang jumlah warganya terbanyak terkena banjir adalah Kecamatan Labuan,” kata Koordinator Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Pandeglang, Tb Ade Mulyana, kepada wartawan, Senin (8/4).

Ade memaparkan, pihaknya belum memiliki data secara lengkap soal data kerusakan atau korban. Tagana Pandeglang baru mencatat jumlah desa dan kecamatan yang terkena bencana. “Tim relawan masih fokus melakukan pendataan serta evakuasi korban,” kata Ade.

Sementara itu, Koordinator Tagana Banten, Dadan Suryana menyebutkan sebanyak 1.915 jiwa di Desa Ramea, terisolir. Menurut Dadan, Tagana mengkhawatirkan kondisi ribuan warga di Desa Ramea tersebut bila hujan tak juga kunjung berhenti.

“Kami belum bisa masuk ke lokasi bencana karena akses masuk ke Desa Ramea masih tertutup material longsor. Bersama warga, kita masih membersihkan material longsor. Selain itu kita juga sudah mengevakuasi warga tiga kampung tersebut ke tempat yang lebih aman,” kata Dadan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Ino S Rawita mengatakan bancana banjir dan longsor disebabkan intensitas curah hujan tinggi mulai Jumat (5/4). BPBD Banten, kata Ino, sudah menyalurkan bahan makanan kepada korban banjir.

“Kita sudah kirim bantuan bahan makanan dan perahu karet untuk evakuasi ke lokasi. Kita juga akan terus melakukan menitoring,” terang Ino.

(haryono/sir)

Foto Ilustrasi

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.