Jatah Beras Miskin Tahun 2014 Naik

Kamis, 11 April 2013
raskin114

JAKARTA (Pos Kota) – Kabar gembira buat masyarakat miskin. Januari 2014, jatah beras miskin naik jadi 20 kg dari 15 kg/jiwa. Namun, jatah ini hanya ditujukan bagi 15,5 juta Rumah Tangga Miskin Sasaran (RTMS). Jumlah ini menurun dari tahun 2013 sebanyak 17,7 juta RTMS.

“Anggaran beras raskin tahun ini sekitar Rp4 triliun sampai Rp5 triliun. Kenaikan ini dinyatakan sah setelah ada pembahasan dan persetujuan DPR tentang APBN 2014,” ujar Menko Kesra, Agung Laksono, Kamis (11/4), usai Rakor Kesra Tingkat Menteri Mengenai Laporan Pelaksanaan Kebijakan Penyaluram Raskin, di Jakarta.

Menurut Agung, menurunnya jumlah sasaran karena ada perubahan perbaikan kesejahteraan. “Yang tadinya miskin jadi tidak miskin. Karenanya, jumlah sasarannya juga menurun,” kata Agung Laksono.

Jumlah sasaran itu juga berdasarkan survei dan data tunggal Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam upaya mematangkan penyaluran raskin ini, pemerintah akan mengadakan rapat koordinasi tim raskin di enam daerah, yaitu Sumatera, Kalimantan, Jawa, Maluku, NTT, dan Papua.

“Meski jumlah sasaran menurun dan jatah beras naik, harganya tetap Rp1600/kg. Pemerintah membelinya mungkin lebih mahal dari harga semula,” tambah Agung.

Pemerintah, lanjutnya, akan membuat surat edaran kepada bupati/walikota untuk membantu menyalurkan beras raskin dari titik distribusi hingga titik bagi. Anggaran untuk 50 ribu titik distribusi ke 100 ribu lebih titik bagi tidak dibebankan kepada masyarakat miskin, tetapi menjadi tanggungan daerah.

“Jangan dibebankan kepada masyarakat miskin,” tegasnya seraya menambahkan cadangan beras pemerintah ada 100 ton di tiap kabupaten dan 200 ton di tingkat provinsi.

Pada kesempatan sama, Dirut Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, menjelaskan, terkait keluhan beras bau apek atau berkutu, bukan karena mutu beras itu jelek. Pemerintah menjamin kualitas beras cukup baik karena membelinya dengan harga Rp6000 per liter, sementara masyarakat membelinya dengan harga Rp1600/kg.

“Kalau beras raskin mau dimasak, ya dicuci dulu. Tidak ada masalah bagi kesehatan. Kalau mau, dicampur dengan beras bukan raskin,” tuturnya. (aby)

Teks :Menko Kesra Agung Laksono (tengah) didampingi Dirut Bulog Sutarto Alimoeso (kanan)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.