Tuesday, 17 September 2019

Jumlah Imigran di Puncak Terus Berkurang

Kamis, 11 April 2013 — 7:51 WIB
Imilap114

BOGOR (Pos Kota) – Imigrasi Bogor merespon aspirasi warga kawasan wisata Puncak, terkait semakin maraknya imigran gelap di kawasan ini.

Imigran yang berada di bawah naungan organisasi internasional di Cisarua, diakui warga, sering berulah.
Hasil kerja Kantor Imigrasi Bogor, selama tiga bulan terakhir, jumlah mereka berkurang hingga 100 orang.

“Ini merupakan respons dari Kantor Imigrasi terhadap permintaan dari Bupati Bogor. Selama tiga bulan terakhir berkurang sekitar 100 orang. Itu bukan karena kami pindahkan, tetapi karena ada yang sudah mendapat penempatan di negara ketiga, deportasi, atau pulang sukarela ke negaranya,” kata Andika Haryono, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan pada Kantor Imigrasi Bogor.

Data dari Kantor Imigrasi Bogor, Desember 2012, ada 576 imigran gelap yang bernaung di bawah IOM, CWS, dan JRS.
Ketiga organisasi internasional itu merupakan mitra Badan Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) urusan Pengungsi (UNHCR).

Namun, akhir Maret 2013, jumlah pengungsi itu menjadi 426 orang dengan rincian 355 orang di bawah naungan IOM, 131 CWS, dan 40 orang JRS.

Menurut dia, sebagian besar merupakan warga negara dari Timur Tengah seperti Afghanistan atau Irak. Dia mengaku, jumlah itu belum termasuk imigran gelap yang mandiri atau tidak berada di bawah naungan organisasi internasional tersebut.

Ditambahkan, sulit bagi Imigrasi mengawasi mereka. Pasalnya, pergerakannya terlalu cepat.
Pada pendataan akhir 2012 lalu, selama empat hari didapati sekitar 300 imigran gelap mandiri.

“Dulu sempat ada surat dari Bupati Bogor meminta relokasi pengungsi. Direktorat Jenderal menjawab dengan tindakan tidak mengirim pengunsgi baru. Karena itu, diharapkan perlahan jumlahnya terus berkurang. Kalau harus merelokasi agak sukar mencari lokasi baru,”paparnya. (yopi)

Dokumentasi imigran gelap